Rasisme Suporter saat Laga Persipura Berujung Sanksi Larangan Penonton dan Denda Rp 250 Juta

oleh -1014 Dilihat
Potret pendukung Persiku Kudus saat menonton langsung tim kebanggannya berlaga di stadion Wergu Wetan. (Foto :YM/YM)

Kudus, isknews.com – Tindakan rasisme yang dilakukan oleh oknum suporter Persiku Kudus saat laga melawan Persipura Jayapura berujung sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Akibat pelanggaran tersebut, Persiku Kudus dijatuhi hukuman denda ratusan juta rupiah serta larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton.

Insiden rasisme itu terjadi pada pertandingan Pegadaian Championship 2025/2026 antara Persiku Kudus melawan Persipura Jayapura yang digelar di Stadion Wergu Wetan, Kabupaten Kudus, pada 30 Januari 2026.

Dalam pertandingan tersebut, oknum suporter Persiku terbukti melontarkan ucapan dan teriakan bernada rasis kepada tim tamu Persipura.

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terdengar sejumlah suporter sempat meneriakkan kalimat-kalimat yang berkonotasi rasis ke arah pemain Persipura Jayapura.

Video tersebut turut menjadi salah satu bahan pertimbangan Komite Disiplin PSSI dalam menilai terjadinya pelanggaran disiplin.

Dalam dokumen Fakta dan Pertimbangan Hukum, Komite Disiplin PSSI menyatakan bahwa tindakan rasis tersebut melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2025.

Pelanggaran dinilai sah dan meyakinkan berdasarkan bukti-bukti yang dimiliki Komdis PSSI.

Merujuk pada Pasal 60 ayat (2) jo Pasal 13 ayat (2) Kode Disiplin PSSI Tahun 2025, Persiku Kudus dijatuhi sanksi larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton selama satu pertandingan saat berstatus sebagai tuan rumah.

Sanksi tersebut berlaku sejak keputusan diterbitkan dan akan diterapkan pada laga kandang terdekat Persiku.

Selain sanksi larangan penonton, klub berjuluk Macan Muria itu juga dikenai denda sebesar Rp250 juta.

Komdis PSSI juga memberikan peringatan bahwa pengulangan tindakan rasis atau diskriminatif di kemudian hari akan berujung pada hukuman yang lebih berat.

Direktur Utama PT Relasi Sport Muria Indonesia, Abdul Fuad Amirul, membenarkan adanya sanksi tersebut.

Ia mengatakan manajemen Persiku telah menerima surat keputusan resmi dari federasi.

Benar, Persiku mendapat sanksi berupa denda Rp250 juta dan larangan penonton untuk satu laga kandang. Surat dari Komdis PSSI sudah kami terima,” ujar Fuad, Jumat (6/2/2026).

Fuad menilai hukuman tersebut menjadi pelajaran penting bagi seluruh elemen klub, khususnya para pendukung setia Persiku.

Menurutnya, sanksi tidak hanya berdampak pada kondisi finansial, tetapi juga mencoreng citra klub.

“Setiap rupiah denda yang dibayarkan adalah kerugian besar bagi klub. Bukan hanya soal finansial, tapi juga menyangkut citra Persiku dan suporternya di mata publik,” tegasnya.

Terkait langkah banding, Fuad menyebut pihak manajemen masih melakukan kajian internal sebelum mengambil keputusan.

“Kami masih mempertimbangkan opsi banding dan akan menempuh jalur resmi sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh suporter Persiku Kudus untuk menjadikan peristiwa ini sebagai momentum introspeksi bersama.

“Dukungan boleh keras, tapi harus bermartabat. Kalau benar mencintai Persiku, mari jaga ucapan dan sikap di stadion. Stop rasisme, karena yang dirugikan bukan hanya klub, tapi juga nilai-nilai kemanusiaan,” pungkas Fuad. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :