Rendah Kadar Kepedulian Standar Higieni Sanitasi Pemilik DAMIU

oleh
Petugas dari Puskesmas Jati sKudus, saat melakukan pengambilan sampling untuk pemeriksaan kualitas air di salah satu DAMIU di wilayah kerjanya (Foto: ist)

Kudus, isknews.com – Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) sebagai pilihan alternatif air minum bagi warga menjadi resiko yang dapat membahayakan kesehatan jika kualitas DAMIU masih diragukan, terlebih jika konsumen tidak memperhatikan keamanan dan kehigienisannya.

Oleh sebab itulah UPT BLUD Puskesmas Jati melakukan inspeksi sanitasi di sejumlah DAMIU di wilayah kerjanya, Kamis (20/06/2019).

Kepala UPT BLUD Puskesmas Jati, Amad Muhammad mengatakan kegiatan inspeksi sanitasi ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh pihaknya untuk memastikan kelaikan air minum yang akan dikonsumsi oleh masyarakat.

“Total ada 27 DAMIU. Untuk inspeksinya kami lakukan secara bertahap,” jelasnya.

TRENDING :  Gateball Srikandi Berhasil Tumbangkan Lawan

Dari inspeksi tersebut, Amad mengungkapkan pihaknya banyak mendapatkan temuan para pemilik depot yang masih rendah kepeduliannya terhadap standar higiene sanitasi. Seperti tidak menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum melakukan pengisian air minum.

“Salah satu penyebab kontaminasi bakteri pada air minum bisa disebabkan oleh kontaminasi peralatan dan pemeliharaan peralatan pengolahan,” katanya.

Maka perlu dilakukan uji kualitas air minum isi ulang dengan meninjau perilaku dan pemeliharaan peralatan. Ini dapat memberikan kontribusi informasi kualitas air minum isi ulang yang dikonsumsi masyarakat.

Selain itu, pihaknya juga menemukan banyak alat untuk membersihkan galon dalam keadaan kotor. Dan filternya sudah melewati masa penggunan.

TRENDING :  Pengelolaan Sampah Terpadu Desa Mijen

“Untuk filter pada mesin pemompa air minum itu idealnya harus diganti setiap tiga bulan sekali. Namun banyak yang belum diganti, padahal sudah kotor,” jelasnya.

Dengan adanya penemun ini, pemilik depot hanya mendapatkan sanksi berupa peringatan untuk lebih meningkatkan higiene sanitasi di depotnya.

Amad mengaku, pihaknya sudah kerap melakuan teguran kepada para pemilik untuk lebih bersih dalam menjalankan usaha ini. Hanya saja, kebanyakan mereka membandel untuk menjalankan instruksi yang diberikan.

“Hal terpenting dari usaha air minum adalah penggunaan sinar UV, untuk mematikan kuman di dalam air. Tadi saya cek, semuanya dalam kondisi menyala,” tandas dia.

TRENDING :  Pemdes Sinomwidodo Kembangkan Unit Usaha Pengelolaan Sampah

Selain melakukan inspeksi sanitasi, rencananya pihak UPT BLUD Puskesmas Jati akan melakukan uji bakteriologis dalam air minum yang dijual di DAMIU tersebut. Hal ini ditujukan untuk memastikan bahwa air yang dikonsumsi oleh masyarakat bebas dari bakteri patogen. Seperti Essercia Coli dan Colifom.

“Sebab merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 492/MENKES/PER/IV/2010: tentang kualitas air minum maka air minum yang aman harus terhindar dari kemungkinan kontaminasi Total Bakteri Coliform tinja dan Escherichia Coli dengan standar 0 dalam 100 ml air minum,” tutur dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :