Rendah, Partisipasi Warga Kudus Ikuti Sensus Penduduk Online

oleh

Kudus, isknews.com – Remi dibuka dua pekan lalu, tepatnya pada Minggu, 15 Februari 2020. Partisipasi masyarakat Kudus dalam mengikuti Sensus Penduduk Online (SPO) dinilai jeblok.

Dari data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus, tak lebih dari 5 persen warga Kudus yang telah mengikuti SPO. Angka ini terpaut cukup jauh dari target yang ditentukan oleh BPS Pusat sebesar 23 persen. Dan target yang ditentukan Pemkab Kudus sebesar 27 persen dari total penduduk di Kabupaten Kudus, sebanyak 832.681 jiwa.

Ditemui media ini di kantornya, Rachmadi Agus Santosa, Kepala BPS Kudus mengaku sudah melakukan sosialisasi pengisian SPO secara masif. Baik di sejumlah instasi pemerintahan maupun ke pemerintah desa.

TRENDING :  Komisi D DPRD Kudus Nilai Puskesmas Kurang Prioritaskan Fungsi Promotif dan Preventif

Bahkan pihaknya, meluncurkan progam Ngirim Bareng atau Ngibar. Yakni progam pendampingan kepada masyarakat atau instansi yang ingin melakukan pengisian SPO secara bersama-sama. Dengan syarat membawa fotokopi Kartu Keluarga dan Buku Nikah.

Sejumlah ASN di Pemkab Kudus, saat melakukan pengisian Sensus Penduduk Online 2020 (Foto

“Di Kudus baru ada tiga desa yang melakukan Ngibar. Yakni desa Mejobo, Loram Kulon dan Ngembal Kulon. Kalau instansi sudah ada beberapa,” katanya, Kamis (05/03/2020).

Terkait jebloknya tingkat partisipasi masyarakat untuk melakukan pengisian SPO. Rachmadi menyebut kurangnya kesadaran masyarakat akan manfaat dan konsekuensi jika tidak melakukan pengisian SPO menjadi salah satu faktornya.

TRENDING :  Curah Hujan Tinggi, Akses Jalan Menuju Dukuh Karangturi Digenangi Air Setingi 30 cm

“Manfaatnya memang tidak dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Makanya mereka pada malas ngisi SPO,” tegasnya.

Padahal update data setiap 10 tahun ini penting dilakukan. Untuk memastikan data kependudukan yang dimiliki telah sesuai dengan kondisi riil yang terjadi saat ini.

Selain itu, banyaknya data yang harus diisi dan sistem online yang rentan mengalami error digadang-gadang menjadi penyebab sejumlah orang malas melanjutkan proses pengisian SPO.

“Kalau ngisi jam-jam padat biasanya error. Tulisannya data yang Anda masukkan salah. Padahal data itu riil,” beber dia.

TRENDING :  Sedulur Maiyah Kudus Malam Ini Tadabburan Asyik Bahas Salam Salaman

Untuk mensiasati hal ini, Rachmadi memiliki cara jitu. Yakni dengan menyimpan sementara data kependudukan yang telah diisi. Untuk kemudian dilanjutkan mengisi lagi pada malam harinya.

“Kalau mau pengisian SPO pastikan sinyal jaringannya kuat,” pesan dia.

Menanggapi jebloknya partisipasi masyarakat Kudus dalam pengisian SPO. Rachmadi rencananya akan melaporkan hal ini secepatnya pada Plt. Bupati Kudus, HM Hartopo. Untuk bisa digenjot kesadaran masyarakat.

“Kita masih ada waktu sekitar tiga minggu. Ini harus dimaksimalkan agar dengan sebaik mungkin,” pungkas ia. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :