Restorative Justice Kejari Kudus, Pemilik Toko Berdamai dengan Tersangka Pencuri Baju

oleh -275 kali dibaca
Kasintel Kejari Kudus Arga Maramba,bersama JPU Kharis Rahman, usai jumpa pers dengan awak media, Senin 13/06/2022 (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Satu lagi pendekatan restorative justice (RJ) dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus terhadap seorang perempuan tersangka pencurian 18 potong baju gamis di sebuah toko kompleks blok A Pasar Kliwon Kudus.

UM (37) begitu inisial warga Kecamatan Pamotan Rembang. Dirinya mendapatkan restorative justice atau restoratif keadilan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus. Setelah mendapat kesepakatan dan pengampunan dari korban.

Seperti diketahui Restotative Justice adalah proses dimana semua pihak yang berkepentingan dalam pelanggaran tertentu bertemu bersama untuk menyelesaikan secara bersama-sama akibat dari pelanggaran tersebut demi kepentingan masa depan.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kudus Ardian melalui Kasi Intel Arga Maramba, Ibu dari anak berkebutuhan khusus yang sempat mendekam lebih dari dua bulan di sel tahanan Mapolres dan Kejari Kudus itu, mendapatkan Surat Keterangan Penghentian Penuntutan (SKP2) pada 6 Juni 2022, setelah RJ yang diajukan Kejari Kudus disetujui Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Penyelesaian dalam suatu tindak pidana dengan mengunakan Restorative justice lebih mengutamakan terjadinya kesepakatan antara pihak yang berpekara, dengan kepentingan masa depan,” ujarnya.

Arga mengatakan, pengajuan RJ terhadap tersangka UM sudah melalui berbagai pertimbangan. Di antaranya, tersangka pelaku tidak pernah melakukan tindak pidana sebelumnya atau bukan seorang residivis.

Selain itu aksi pencurian dilakukan karena desakan ekonomi sebagai keluarga tidak mampu, suami tidak bekerja, dan tersangka harus bekerja ekstra untuk merawat anak berkebutuhan khusus.

“Karena pertimbangan itulah dilakukan proses mediasi dengan korban dan kepala desa tempat tinggal tersangka. Karena korban tidak lagi mempersoalkan perbuatan pelaku dan semua pertimbangan memenuhi syarat, pihak kejaksaan akhirnya mengajukan RJ,” ungkap dia.

Karena sudah ada perdamaian dengan korban, sehingga pihaknya mengajukan RJ ke pimpinan. Setelah melalui ekspose bersama Jaksa Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejagung.

“Pengajuan RJ disetujui sehingga kami keluarkan SKP2,” ujar Kasi Intel Kejari Kudus Arga Maramba didampingi Jaksa Penuntut Umum ((JPU) Kharis Rohman dalam jumpa pers, Senin (13/06/2022).

Sebelumnya, tersangka UM ditangkap 27 Maret 2022 di lokasi tempat kejadi perkara (TKP) Blok A Pasar Kliwon Kudus, sekitar pukul 11.30. Pelaku melakukan pencurian 18 potong baju di Toko Istimewa senilai lebih Rp 2 juta di pasar grosir terbesar di kawasan pantura timur tersebut.

“Saat itu tersangka bermaksud membeli baju wanita gamis, namun pakaian tidak dimasukkan ke sak atau pembungkus milik toko yang sudah disediakan. Namun tersangka memasukkan ke kantong yang telah dibawanya sendiri,” tuturnya.

Gerak- gerik tersangka yang sudah dicurigai akan berbuat tidak baik, dipergoki salah seorang karyawan toko. Begitu diketahui pergi tanpa membayar di kasir, tersangka kemudian dikejar.

“Tersangka tak berkutik, karena aksinya terekam CCTV. Pelaku kemudian diserahkan ke Polres Kudus,” ungkapnya.

Selama proses pemeriksaan dan penyidikan, pelaku ditahan mulai 28 Maret 2022 hingga 16 Mei 2022. Selanjutnya tersangka diserahkan ke Kejari Kudus.

“Karena berbagai pertimbangan, akhirnya dilakukan proses mediasi antara tersangka dengan korban, didampingi Kades Bangunrejo Kecamatan Pamotan Rembang. Sambil menunggu proses pengajuan RJ, tersangka menjalani penahanan oleh Kejari Kudus mulai 17 Mei hingga dikeluarkannya SKP2 pada 6 Juni 2022,” jelasnya.

Dengan adanya RJ, tersangka yang memiliki dua anak- salah satunya berkebutuhan khusus berusia 9 tahun , terhindar dari ancaman pidana 2 tahun penjara atas pelanggaran tindak pidana pasal 362 KUHP

“Dengan adanya RJ, diharapkan kesadaran masyarakat terkait dengan hukum kembali bangkit, sekaligus menghapus adanya stigma hukum hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas,” katanya.

Arga menambahkan, selama ini Kejari Kudus telah mengeluarkan masing- masing satu RJ pada 2021 dan 2022. Sedang 2020, Kejari Kudus mengajukan satu RJ namun tidak disetujui oleh Kejagung karena dinilai tidak memenuhi syarat.

“Kasus RJ yang diberikan kepada tersangka UM merupakan yang pertama tahun 2022 ” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.