Kudus, isknews,com – Suasana di luar Hotel Gryptha semalam tampak gegap gempita, lima kelompok suporter pendukung para pasangan calon yang sedang melakukan debat terbuka Calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus saling meneriakkan yel-yel penyemangat terhadap paslon yang di dukungnya.
Ditingkah suara genderang dari salah satu kelompok pendukung Paslon, lagu dandut dari sound system besar milik salah satu pendukung yang lain serta gerakan joged bersama, kendati mereka saling berhadap-hadapan namun suasana malam itu secara umum adalah tertib dan kondusif. Apalagi dengan pengamanan super ketat yang dilakukan oleh ratusan personel Polres Kudus, Jumat (11-05-2018).
Tak hanya di luar, meski jumlahnya terbatas para suporter di dalam ruang Majesty Hall Hotel terbesar di Kudus ini juga sempat membuat suasana riuh rendah Acara yang dilakukan untuk menguji kemampuan retorika publik atas ke lima pasangan calon yang sedang beradu konsep visi dan misi serta kemampuan menjawab berbagai petanyaan dari moderator.

Acara yang ditayangkan secara langsung oleh sebuah stasiun televisi swasta nasional ini di gelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus menghadirkan lima pasangan calon, yakni pasangan An-Noor (1), Harjuna (2), Hartini-Bowo (3), Akhi (4) dan TOP (5), satu persatu memaparkan visi dan misinya kepada publik dan beradu argumentasi.
Masing-masing pasangan diberikan kesempatan memaparkan program serta visi dan misi dan para paslon cabup dan cawabup harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun oleh tim perumus. Pada segmen pertanyaan, para paslon mengambil pertanyaan secara diundi, dan kemudian untuk dijawab oleh setiap paslon.
Tidak hanya menjawab pertanyaan secara diundi saja, melain para paslon juga ada segmen memberikan pertanyaan,kemudian menanggapi pertanyaan antar paslon.
Ketua KPU Kudus, Moh Khanafi mengatakan debat terbuka pertama bisa dilihat masyarakat melalui televisi. Karena debat pertama ini secara langsung disiarkan di salah satu televisi swasta nasional.
“ Dengan adanya debat terbuka, harapannya masyarakat bisa mengetahui visi-dan misi ataupun program-program setiap paslon. Dalam debat itu juga, Khanafi mengajak masyarakat untuk mencermati visi misi para paslon. Karena hal itu merupakan penentu untuk peminpin di Kabupaten Kudus lima tahun kedepan.
“Tahapan memasuki kampanye terkaitan dengan debat terbuka, karena malam hari ini mendengarkan visi, misi dan program kerja masing masing bupati dan bupati, “ jelas dia.
Hal itu, menurutnya juga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat untuk memillih pemimpin bupati dan wakil bupati lima tahun mendatang. “Ini juga sebagai upaya peningkatan partisipasi pemilihan masyarakat Kudus,” bebernya.
Sementara itu dari pantauan media inim sejumlah tempat juga menggelar acara “Nonton Bareng” Debat terbuka ini, seperti terpantau di beberapa balai-balai desa dan Kelurahan serta para komunitas pendukung masing-masing calon, yang menggelar acara Nobar dengan memasang layar melalui pancaran proyektor.
“Lumayan sambil ngopi kami bersama kawan-kawan bisa menyaksikan jagoan kami melakukan debat terbuka,” ujar Bambang warga Desa Bae saat usai menggelar Nobar.(YM)










