Kudus, isknews.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi Kudus menggratiskan biaya perawatan bagi warga Kabupaten Kudus yang mengalami gangguan kesehatan akibat dampak bencana banjir. Kebijakan tersebut diberlakukan seiring dengan penetapan status tanggap darurat bencana oleh Pemerintah Kabupaten Kudus.
Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, dr. Abdul Hakam, M.Si. Med., Sp.A, menyampaikan bahwa pihak rumah sakit turut prihatin atas musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus. Selama masa status tanggap darurat, seluruh pasien terdampak banjir yang menjalani perawatan di RSUD dr. Loekmono Hadi tidak dikenakan biaya.
“Kami turut prihatin atas musibah bencana yang melanda Kabupaten Kudus. Selama masa status tanggap darurat ini, seluruh pasien yang menjalani perawatan di RSUD dr. Loekmono Hadi akan mendapatkan layanan gratis,” ujar dr. Abdul Hakam.
Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Keputusan (SK) Bupati Kudus Nomor 300.2.2/16/2026 tentang penetapan status tanggap darurat bencana yang berlaku pada 12 hingga 19 Januari 2026.
Direktur menjelaskan, hingga saat ini tercatat dua warga terdampak banjir yang menjalani perawatan di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Satu pasien menjalani perawatan rawat jalan dan satu pasien lainnya dirawat inap.
“Keduanya merupakan warga Jetis Kapuan, Kecamatan Jati. Pasien rawat jalan mengalami keluhan demam, sementara pasien rawat inap mengeluhkan nyeri perut dan memiliki riwayat penyakit diabetes melitus,” jelasnya.
Lebih lanjut, dr. Abdul Hakam mengimbau masyarakat terdampak banjir agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan apabila mengalami keluhan. Menurutnya, kondisi pascabanjir berpotensi memicu berbagai penyakit apabila tidak segera ditangani.
“Kami mengimbau warga yang terdampak banjir untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami keluhan seperti demam, diare, penyakit kulit, atau gangguan kesehatan lainnya. Penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih berat,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat guna mencegah timbulnya penyakit pascabanjir.
“Kami berharap masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan, memperhatikan kualitas air yang digunakan, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Semoga kondisi segera membaik dan warga dapat kembali beraktivitas secara normal,” pungkasnya. (AS/YM)










