Kudus, ISKNEWS.COM – Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan salah satu moment untuk berbuat kebajikan karena pahalanya dilipat gandakan oleh Allah SWT, sejalan dengan hal tersebut rumah tahanan (rutan) kelas IIB Kudus gelar buka puasa bersama dengan keluarga warga binaan serta para pegawai rutan di ruang aula rutan kelas IIB, Kamis (7-6-2018) sore.
Kepala Rutan Budi Prajitno mengatakan, memang pihaknya sengaja membuat acara dengan mengajak seluruh perwakilan dari keluarga para warga binaan untuk buka puasa bersama disini.
“Ini adalah juga bentuk pembinaan, menjadi obat jiwa. Sebagai kiat untuk meredam emosi anak-anak binaan kami, tenang dan tidak labil. Lihat warga binaan kami sangat senang berbuka puasa dengan keluarga mareka, Tampak suasana kekerabatan. Ini tentu akan memberikan ketenangan kepada mareka,”ujar Budi.
Untuk durasinya mulai pukul 16.00 -18.00 WIB, atau usai buka puasa bersama, pihak keluarga napi dipersilahkan meninggalkan ruangan aula, karena waktu besuk sudah habis.
Meski hanya sebentar, namun keceriaan nampak diraut wajah para napi. Itu terlihat dari percakapan hangat dan sesekali bersendau gurau saling tertawa.
Selain itu lanjut Budi, dirinya menilai jika buka bersama ini dilakukan guna silaturahmi warga binaan dan keluarga, dimana ini merupakan agenda tahunan yang dilakukan di Rutan kelas IIB Kudus.
Usai buka puasa bersama, sejumlah napi membersihkan aula yang usai dibuat buka bersama guna dibuat sholat tarawih, witier dan tadarus berjama’ah.
Mengingat kapasitas dari aula disini terbatas, maka hanya dibatasi dengan jumlah yang terbatas pula, “Sedikitnya Sekitar 100 napi secara bergiliran dipersilahkan untuk tarawih di aula, sedangkan sisanya tarawih di blok masing-masing napi,” tandasnya
Sementara itu, Anik sulistiowati asal Semarang mengaku sangat berterimakasih, karena pihak rutan telah memberikan kesempatan kepada kami. “Saya bersama keluarga jauh-jauh datang hanya untuk ketemu suami, dan ini membuat rasa kangenku terobati,” ujarnya
Senada dengan Nunung asal Tegal Jawa Tengah, Ia kesini menengok putrinya yang sedang menjalani ujian hidup. “Meski jauh, saya tetap datang menemui, karena niat kami memang ingin menengoknya,” kata perempuan asli Bae Krajan Kudus itu. (AJ/YM)











