Kudus, isknews.com – Momentum Safari Jumat dimanfaatkan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris untuk menyalurkan lebih dari 10 ton Cadangan Beras Pemerintah Daerah (CBPD) serta bantuan pertanian kepada warga dan petani terdampak banjir di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Jumat (23/1/2026).
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan usai Salat Jumat berjamaah di Masjid Baitun Naim. Total beras yang disalurkan mencapai 10.755 kilogram dan diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Kudus.
Selain bantuan pangan, Pemerintah Kabupaten Kudus juga memberikan bantuan pestisida dan herbisida kepada 15 Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sebagai upaya pemulihan lahan pertanian pascabanjir.
Bupati Sam’ani menegaskan bahwa pemerintah daerah terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam kondisi pascabencana, guna memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan aktivitas pertanian dapat kembali berjalan.
“Hari ini kami Safari Jumat di Masjid Karangrowo, sekaligus menyerahkan bantuan beras kepada masyarakat terdampak banjir. Termasuk memberikan bantuan obat-obatan pertanian seperti pestisida dan herbisida kepada petani yang terdampak,” ujar Bupati.
Ia menambahkan, Pemkab Kudus juga telah mengusulkan bantuan asuransi gagal panen serta bantuan benih ke pemerintah pusat sebagai langkah lanjutan pemulihan sektor pertanian.
“Kami mengusulkan asuransi gagal panen dan bantuan benih agar petani bisa segera bangkit dan kembali produktif,” tambahnya.
Usai kegiatan di Karangrowo, Bupati Kudus melanjutkan agenda dengan meninjau langsung Dukuh Karanganyar, Desa Payaman. Di lokasi tersebut, bantuan logistik kembali disalurkan kepada warga terdampak banjir yang memilih bertahan di rumah.
Sebanyak 700 nasi bungkus dibagikan setiap hari sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat yang tidak mengungsi ke pos pengungsian.
“Kami juga menyalurkan bantuan logistik dan nasi bungkus sebanyak 700 bungkus per hari kepada masyarakat yang tetap tinggal di rumah,” kata Bupati.
Dalam penanganan banjir, Pemerintah Kabupaten Kudus terus bersinergi dengan TNI, Polri, BPBD, Dinsos P3AP2KB, serta para relawan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar dan kebutuhan gizi warga terpenuhi.
“Kami bersama seluruh pihak memastikan masyarakat tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup agar tetap sehat dan kuat menghadapi masa pemulihan,” imbuhnya.
Sebagai langkah jangka panjang, Pemkab Kudus juga mengusulkan pembangunan embung guna mengendalikan aliran air menuju Sungai Wulan dan Sungai Juwana. Selain itu, dilakukan inventarisasi kerusakan jalan, jembatan, serta fasilitas umum untuk percepatan penanganan darurat dan perbaikan sementara.
“Untuk antisipasi banjir ke depan, kami mengusulkan pembangunan embung serta melakukan perbaikan sementara terhadap infrastruktur yang rusak,” pungkas Bupati.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Kudus menegaskan komitmennya dalam melindungi masyarakat terdampak bencana, memperkuat ketahanan pangan, serta mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi pascabanjir. (AS/YM)











