Sam’ani: Inovasi Pelayanan Prima di Puskesmas, Pastikan Pasien Terlayani Optimal

oleh -83 Dilihat
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris,saat meninjau Puskesmas Undaan yang berada di Desa Undaan Kidul, Senin (25/3/2025).(Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan pentingnya inovasi dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan optimal.

Hal itu disampaikannya saat meninjau Puskesmas Undaan yang berada di Desa Undaan Kidul usai menghadiri kegiatan pasar murah pada Selasa (25/3/2025).

“Yang pertama itu senyum dulu. Setiap pasien kalau senyum, sembuh dulu sebelum diperiksa oleh dokter,” kata Sam’ani kepada para tenaga kesehatan di puskesmas tersebut.

Ia mengapresiasi pelayanan yang sudah berjalan baik, tetapi tetap mendorong peningkatan kualitas layanan, terutama dalam keramahan dan kecepatan respons terhadap pasien. Menurutnya, tenaga kesehatan harus lebih santun dan komunikatif dalam memberikan pelayanan.

“Yang penting harus lebih manis, lebih santun. Kalau senyum dengan gigi terlihat, tambah manis lagi,” ujarnya sambil tersenyum.

Dalam kunjungannya, Sam’ani juga menyoroti kesiapan fasilitas kesehatan di puskesmas, termasuk ketersediaan tempat tidur bagi pasien. Saat ini, puskesmas memiliki kapasitas 20 tempat tidur, dan hanya separuhnya yang terisi.

“Moga-moga sebelum ke rumah sakit, pasien sudah tertangani dengan baik di sini,” harapnya.

Terkait potensi lonjakan pasien, ia memastikan bahwa puskesmas sudah siap dengan sistem penyesuaian jumlah tempat tidur secara otomatis sesuai kebutuhan. Selain itu, ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak akan terganggu selama periode cuti Lebaran.

“Pelayanan tetap berjalan, mereka sudah terbiasa menghadapi situasi seperti ini. Kami juga akan terus melakukan kontrol untuk memastikan semuanya berjalan lancar,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya sistem pengaduan masyarakat sebagai bentuk transparansi layanan kesehatan.

“Ada kotak aduan, bisa juga lewat online. Lapor-lapor sudah ada, tinggal disinkronkan saja,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Undaan, Ahmad Muhammad, menegaskan bahwa puskesmas beroperasi penuh selama 24 jam, baik untuk rawat inap maupun UGD.

“Yang jelas kita ini pesma-pesmaan 24 jam. Karena ada rawat inap dan UGD, kita siapkan tim dan petugas yang sudah terjadwal,” jelas Ahmad Muhammad.

Selain itu, layanan rawat jalan tetap buka selama cuti bersama dengan jadwal yang telah diatur. Dalam menghadapi kemungkinan lonjakan pasien, pihaknya telah memastikan stok obat, kesiapan tempat tidur, serta layanan ambulans yang beroperasi 24 jam.

Sebagai bagian dari inovasi pelayanan, Puskesmas Undaan juga memiliki program Anjalutis (Antar Jemput Layanan Kesehatan Gratis) yang telah berjalan sejak lama.

“Jika ada warga yang membutuhkan, kami siap mengantarnya dengan dua ambulans dan satu kendaraan Puskesmas Keliling (Pusling),” tambahnya.

Saat ini, Puskesmas Undaan memiliki total 72 tenaga kesehatan, terdiri dari empat dokter umum, satu dokter gigi, serta perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya. Layanan laboratorium juga tetap buka selama cuti dengan sistem jadwal yang telah ditentukan.

“Kami sudah siapkan petugas dan sopir ambulans sebagai respons cepat. Semua sudah diarahkan agar siap menangani pasien dengan baik,” tutup Ahmad Muhammad. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :