Satres Narkoba Polres Kudus Cek Stok Obat dan Alat Kesehatan

oleh -504 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Satuan Reserse Narkoba Polres Kudus melakukan pemeriksaan stok obat-obatan dan alat-alat kesehatan di beberapa apotek di wilayah Kabupaten Kudus.

Hal ini merupakan upaya dalam melakukan pengawsan terhadap peredaran obat-obatan dan alat-alat kesehatan. Beberapa apotek yang telah dilakukan pemeriksaan yakni, Apotek Limas, Apotek Gama, dan terakhir Apotek 39.

Kasat Reserse Narkoba Polres Kudus, AKP Sucipto menilai, kondisi stok di Kudus saat ini setabil. Saat melakukan pengecekan, pihaknya tidak menemukan penjualan melebihi harga eceran tertinggi (HET).

“Kita mulai lakukan pengecekan di hari Senin (5/7/2021) lalu. Terkait masalah kelangkaan obat, kita khawatirkan ada yang sengaja menimbun obat-obatan, terutama yang terkait covid,” kata AKP Sucipto, Kamis (8/7/2021).

Lebih lanjut, dalam lakukan pengecekan di beberapa apotek di Kudus, baik di apotek pinggiran hingga di wilayah perkotaan, hampir semua obat-obatan yang terkait covid mengalami kelangkaan. Bahkan oksigen di apotek kota maupun pinggiran yang pihaknya datangi, semuanya kosong.

“Temuannya yang 12 daftar obat-obatan yang kita lakukan pengewasan, bebrapa sudah muali kosong. Contohnya oseltamivir dan azithromycin kosong. Terus oksigen juga kosong, baik di apotek pinggiran maupun di apotek kota semuanya kosong,” ungkapnya.

Sejumlah obat-obatan yang pihaknya awasi saat itu diantaranya adalah favipiravir, remdesivir, oseltamivir, ivermectin, dan azithromycin.

Jika dalam pengawasan ada apotek yang melakukan penimbunan obat dan menjual obat-obatan di atas HET, ungkp AKP Sucipto, pemilik apotek terancam terjerat Undang-Undang tentang kesehatan. Dengan hukuman maksimal 4 tahun penjara.

“Sejauh ini untuk harga obat-obatan di Kudus normal semua. Kekosongan obat-obatan ini kelihatannya karena permintaan yang banyak. Mungkin dari industri ke distributor belum sampai atau bagaimna, kami belum yahu,” katanya.

Sementara itu, Erni Mareta seorang pegawai di Apotek Gama mengungkapkan, bahwa selama dua minggu terakhir obat-obatan seperti anti-biotik dan anti-virus mengalami kekosongan. Bahkan oksigen pun, juga ikut mengalami kekosongan stok. Hal ini tidak terlepasa dari ketakutan warga Kudus saat kasus covid-19 di Kudus semakin meningkat.

“Jadi mereka yang takut datang ke dokter, pasti larinya ke apotek,” ungkapnya.

Sedangkan untuk harga obat-obatan anti-biotik dan anti-virus yang diaktakan bisa mengangkal covid-19, kata Erni, tidak ada perbedaan dengan hari-hari sebelumnya. Semuanya masih normal. Hanya saja, permintaan memang sempat mengalami kenaikan hingga 200 persen. Tapi untuk saat ini, dikatakannya semuanya mulai kembali normal.

“Permintaan sekarang sudah mulai turun. Paling sekarang cari vitamin,” tandasnya.(yy/ym)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.