Kudus, isknews.com – Sebanyak 356 calon jemaah haji asal Kabupaten Kudus resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci pada Selasa (13/5/2025) siang.
Keberangkatan jemaah yang tergabung dalam Kloter 47 ini berlangsung penuh haru di halaman Pendopo Kabupaten Kudus, dengan iringan doa dari keluarga serta masyarakat yang hadir.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus, Suhadi, menyampaikan bahwa Kloter 47 terdiri dari 353 calon jemaah haji dan 3 petugas haji daerah.
Jumlah ini merupakan bagian dari total 1.416 jemaah haji asal Kudus yang dijadwalkan berangkat tahun ini.
“Jemaah yang siang ini berangkat dari Kloter 47 total berjumlah 356 orang, termasuk tiga petugas. Kloter ini sudah disusun secara rapi sejak awal,” ujar Suhadi usai melepas rombongan 9 bus pengangkut jemaah di Pendopo Kudus.
Namun, Suhadi menambahkan bahwa dalam proses pemberangkatan terdapat dinamika perubahan kloter akibat penyesuaian aturan dari Pemerintah Arab Saudi, yang mewajibkan setiap kloter berada di bawah satu syarikat atau perusahaan penyelenggara layanan haji.
“Satu kloter satu syarikat. Di Indonesia, syarikat itu semacam PT yang menangani pemondokan, transportasi, konsumsi dan lainnya. Karena struktur kloter sudah tersusun, maka terjadi pergeseran,” jelasnya.
Salah satu pergeseran yang signifikan terjadi pada Kloter 50, yang sebagian anggotanya dipindah ke Kloter 47 untuk memenuhi ketentuan syarikat.
Total 62 orang dipindahkan, 60 di antaranya dari KBIHU Arokhman Mabur dan 2 dari NU, sehingga Kloter 47 menjadi genap 356 orang.
“Ini disusun sedemikian rupa agar tidak menggeser kota/kabupaten lain. Jadi penyesuaian ini hasil pertimbangan matang,” imbuh Suhadi.
Ia juga menyampaikan bahwa dua jemaah gagal berangkat tahun ini. Satu di antaranya karena meninggal dunia, sementara satu lainnya mengalami musibah kecelakaan yang menyebabkan patah tulang.
Meski begitu, ada kemungkinan yang bersangkutan tetap bisa berangkat jika kondisinya membaik dan dinyatakan layak oleh tim kesehatan.
“Setiap tahun dinamika seperti ini pasti ada. Tapi kami pastikan semua proses berjalan sesuai regulasi dan penuh kehati-hatian,” tuturnya.
Suhadi mengungkapkan, dari total jemaah Kudus tahun ini, sebanyak 31 orang merupakan jemaah lanjut usia (lansia).
Kebijakan ini diberikan oleh pemerintah sebagai afirmasi bagi lansia agar bisa menunaikan ibadah haji lebih cepat.
“Usia termuda lansia adalah 84 tahun, yang tertua 87 tahun. Mereka tetap dipilih berdasarkan sistem antrian, jadi tidak asal ambil,” jelasnya.
Ia juga menyebut bahwa jemaah termuda berusia 18 tahun.
Seluruh jemaah diberangkatkan dalam kondisi sehat dan dilengkapi pendamping, obat-obatan, serta tim kesehatan khusus, mengingat suhu panas ekstrem di Arab Saudi yang bisa menjadi risiko tersendiri.
“Tim kesehatan, TPHD, dan pendamping telah disiapkan. Kami juga mohon doa agar para jemaah diberi kelancaran dalam menunaikan ibadah haji, dan Kudus dijauhkan dari segala marabahaya,” pungkas Suhadi. (YM/YM)







