Satu-satunya di Kudus, Lumpia Goyang Isiaan Singkong Khas Kajar

oleh -655 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Bila biasanya olahan lumpia berisi irisan rebung ataupun ayam, di Kudus kini tercipta lumpia dengan isian singkong. Tak tanggung-tanggung, kuliner khas semarang ini bahkan dikombinasikan dengan bengkoang, hingga tercipta varian rasa baru yang tak kalah nikmat.

Lumpia berisi olahan singkong ini hanya bisa ditemukan di Pijar Park, Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kudus. Di sana, lumpia ini disebut dengan lumpia goyang.

Pencipta lumpia goyang, Pujiharto, menyampaikan, varian baru dari menu lumpia yang dikreasikannya ini terinspirasi dari tingginya minat warga Kudus terhadap olahan singkong, berupa gethuk. Bahkan komoditi di Desa Kajar tersebut banyak menjadi inspirasi bagi warga untuk berlomba-lomba mendirikan usaha gethuk dengan kreativitasnya masing-masing.

“Kemudian, kami kepingin sedikit sumbangsih untuk kajar memberikan istilahnya ciri khas dari kuliner Kajar selain gethuk nyimut yang mungkin sudah dahulu terkenal, kami menciptakan lumpia berbahan dasar singkong untuk menambah khazanah kuliner di kajar,” jelasnya.

Lumpia goyang yang Atok kreasikan, tetap menggunakan olahan rebung segar sebagai bahan kombinasi. Hal ini dipilihnya lantaran tidak ingin meninggalkan cita rasa asli dari lumpia itu sendiri.

Sementara untuk singkong yang dipilih, lanjut Atok, memasok dari hasil pertanian Desa Kajar sendiri. Menurutnya, singkong ketan khas Kajar memiliki rasa tekstur yang sudah pas dan mantab dibanding lainnya.

“Jadi kita kombinasikan singkong dan rebungnya, kalau tidak ada rebung pas langka seperti saat ini kita ganti rebungnya dengan bengkuang,” tambahnya.

Kata Atok, pemilihan bengkoang sebagai bahan kombinasi cadangan, sebab tekstur dan rasa dari buah tersebut hampir mirip dengan rebung. Bahkan, bagi yang baru pertama kali memakan lumpia goyang, sering terkecoh dan tidak menyadari kombinasi isian buah bengkoang di dalamnya.

“Selain kita menggunakan rebung muda yang segar, disaat langka kami menggunakan bengkuang untuk pengganti. Karena buah bengkuang sendiri memiliki cita rasa manis mungkin dan renyahnya sendiri bisa match dengan bumbu lumpia itu sendiri,” jelasnya.

Kemudian, untuk kulit lumpia, Atok menggunakan kulitan kurtila, yang notabenenya lebih kuat dari kulit lumpia yang biasanya dipakai.

Masih kata Atok, dalam sebulan percobaan pembuatan lumpia goyang ini, dia sudah menemukan resep yang pas. Dan saat ini, lumpia goyang sudah bisa dinikmati masyarakat umum, khususnya bagi warga Desa Kajar.

“Minggu ini sudah kira rilis, mungkin baru satu-satunya di Kudus dan kami hanya jual.di Pijar Park,” tukasnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.