SD Burikan 1 Kudus Buktikan Diri, Juara 3 Panahan Beregu di Ajang Bergengsi

oleh -170 Dilihat
Tim beregu panahan SD Burikan 1 Kudus berhasil meraih juara tiga kategori Kelompok Umur (KU) 12 dalam ajang MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 1 yang digelar di Super Soccer Arena (SSA) Rendeng, Kudus, pekan lalu.(Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Tim beregu panahan SD Burikan 1 Kudus berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara tiga kategori Kelompok Umur (KU) 12 dalam ajang MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 1 yang digelar di Super Soccer Arena (SSA) Rendeng, Kudus, pekan lalu.

Prestasi ini semakin memperkuat eksistensi SD Burikan 1 sebagai sekolah negeri yang mampu bersaing dalam cabang olahraga panahan, meskipun belum memiliki ekstrakurikuler panahan secara umum seperti di sekolah atau klub panahan lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD 1 Burikan, Ariyani Wijayanti, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian tersebut.

Ia menyebut sekolahnya menjadi satu-satunya sekolah dasar negeri di wilayah Kecamatan Kota Kudus yang memiliki kegiatan ekstrakurikuler panahan aktif.

“Selama ini SD Negeri memang belum banyak yang punya ekstra panahan. Bisa dibilang hanya SD Burikan 1 ini yang konsisten. Tahun kemarin pun saat lomba di SSA, yang dari SD Negeri ya cuma kita,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Sabtu (17/05/2025).

Ariyani menjelaskan bahwa kegiatan panahan di sekolahnya berawal dari pelatihan yang diikuti guru SD Burikan 1 yang diselenggarakan oleh Djarum Foundation pada tahun 2024.

Sejak saat itu, pihak sekolah mulai mengembangkan panahan sebagai kegiatan ekstrakurikuler dengan memanfaatkan lahan kosong di belakang sekolah sebagai arena latihan.

“Alhamdulillah, kita punya tempat sendiri. Untuk alat panahan, kami menyiasati dengan bahan pralon, sementara satu set busur standar nasional kami dapat dari hadiah lomba sebelumnya,” ungkapnya.

Meski dengan keterbatasan fasilitas, Ariyani menekankan pentingnya memberikan pengalaman berkompetisi kepada siswa-siswinya.

“Anak-anak jadi punya pengalaman lomba yang tidak semua anak SD Negeri bisa dapatkan. Tahun lalu kita juga juara beregu putra dan putri. Tahun ini kita hanya ikut beregu putra karena lomba bertepatan dengan SAJ kelas 6, jadi putrinya tidak bisa ikut,” jelasnya.

Ia menambahkan, intensitas latihan meningkat menjelang kompetisi.

Dua minggu sebelum lomba, latihan bisa dilakukan tiga hingga empat kali dalam seminggu, baik di sekolah maupun langsung di arena SSA.

“Keuntungan kami juga karena lokasi SSA dekat, jadi anak-anak bisa jalan kaki atau diantar orang tua,” tambahnya.

Sementara itu, pelatih panahan yang juga merupakan guru kelas, Ristyawan, mengatakan bahwa pembinaan dilakukan sejak dini, fokus pada teknik dasar dan pengamatan minat serta bakat siswa.

“Kami mulai melatih dari kelas tiga. Yang kemarin juara itu ada dua anak kelas lima dan satu anak kelas empat. Fokus latihan pada teknik menggenggam busur dan konsentrasi mengincar target,” terangnya.

Ristyawan juga menyebutkan bahwa minat siswa terhadap panahan cukup tinggi karena olahraga ini masih tergolong baru di lingkungan mereka.

“Olahraga ini masih langka, jadi anak-anak penasaran dan semangat. Kami juga pastikan keamanannya dengan alat yang sesuai usia dan pengawasan langsung saat latihan,” jelasnya.

Dalam ajang MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 1, tim beregu SD Burikan 1 Kudus diperkuat oleh tiga atlet muda yaitu:

Vergio Yusuf Rickyansyah (11), Rafrandra Aqlan Wahyudi (11), Kenji Zildjan (11 tahun)

Ketiganya tampil solid dan konsisten sepanjang pertandingan, menunjukkan kemampuan teknik dan kekompakan tim yang luar biasa hingga berhasil meraih posisi ketiga di kategori beregu KU 12. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :