Kudus, isknews.com – SMKN 1 Kudus mengadakan Job Fair selama dua hari dari Senin – Selasa (29-30/4/2024) di halaman setempat. Pihak panitia job fair kali ini melibatkan 16 perusahaan untuk dengan mengangkat tema Reach Your Career with SMKN 1 Kudus.
16 Peserta Job Fair diantaranya dari PT Pura Barutama Kudus (Kopkar), Kaligunting Collection Kudus, PT Sejin Fashion Indonesia PWI 3 Pati, Grup FIF, PT Ramayana Lestari Sentosa (Mall Ramayana Kudus), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart Kudus), BPR Taruna Adi Daya Santosa, PT Indomarco Prismatama Cabang Kudus
Lalu ada Horison Hotel Group (@HOM Hotel Kudus), Sapphire Boutique Hotel Kudus, El’s Cake Kudus, Cekli Town Kudus, Baitut Tamwil Hidayatullah (BTH), Kawan Lama Group dan Luwes Group.
Demikian dikatakan Plt Kepala SMKN 1 Kudus, Aries Budiyono saat dihubungi wartawan, Selasa (30/4/2024).
Dirinya menyebut, Peserta Job Fair hanya menyiapkan CV, Surat Lamaran, FCIdentitas, FC Ijazah dan Sertifikat Keahlian.
Dijelaskan Aries, bahwa tujuan dari diadakan kegiatan Job Fair pada kali ini yaitu untuk menjaring para lulusan SMK agar terjaring di dunia industri.
“Tujuan dari diadakannya Job fair di SMKN 1 Kudus yaitu untuk menjaring para calon lulusan dan juga dari alumni dan masyarakat umum agar dapat terjaring di dunia industri yang membutuhkan. Oleh karena itu SMKN 1 Kudus mengadakan kegiatan job fair ini sebagai perantara untuk menyalurkan tenaga kerja,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini (Job Fair), Aries juga mengungkapkan harapannya
“Harapan saya yaitu bahwa SMK 1 Kudus di tahun-tahun mendatang dapat bekerja sama, lebih membuat jaringan yang lebih luas dengan dunia industri dan dunia usaha. SMK Bisa! SMK Hebat! SMK Negeri 1 Kudus Unggul dan Juara!
Sementara itu, Meysa salah satu siswi SMKN 1 Kudus jurusan Perbankan Syariah mengaku senang dengan adanya Job Fair kali ini,
“Senang lah ya, di sekolah kami ada Job Fair, jadi ndak harus ke Job Fair disana-sana, yang kadang berbayar,” katanya didampingi teman-temannya.
Dirinya mengaku, nantinya setelah lulus dari sekolah, supaya bisa bekerja sekaligus membiayai secara mandiri kuliahnya, hal itu bukan tanpa alasan,
“Ingin kerja dulu, lalu hasilnya buat kuliah, supaya ndak memberatkan ortu sih lebih tepatnya,” tandasnya. (AS/YM)







