UMK Job Fair 2025 Jadi Jembatan Pencari Kerja dan Dunia Industri

oleh -376 Dilihat
Kabid Penempatan, Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnakerperinkop-UKM Kudus, Albertus Harys Yunanto saat sambutan. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknewscom – Gelaran UMK Job Fair 2025 yang berlangsung pada 18–19 September 2025 di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK) mendapat apresiasi dari Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Disnakerperinkop-UKM) Kabupaten Kudus.

Acara yang diikuti ribuan pencari kerja dari Kudus dan daerah sekitarnya ini dinilai memiliki makna penting dalam menjembatani dunia usaha, industri, dan masyarakat.

Kabid Penempatan, Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnakerperinkop-UKM Kudus, Albertus Harys Yunanto, menegaskan bahwa keberadaan job fair sangat dibutuhkan di tengah persaingan pasar kerja yang semakin kompetitif.

“Job Fair seperti ini menjadi jembatan yang efektif untuk mempertemukan pencari kerja dan pemberi kerja. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan angka pengangguran dapat ditekan sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja kita,” ujarnya.

Albertus memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada UMK yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, langkah ini menunjukkan kepedulian sekaligus komitmen perguruan tinggi dalam mendukung program pemerintah di bidang ketenagakerjaan.

“Kegiatan ini tidak hanya membuka akses bagi lulusan UMK, tetapi juga memberi kesempatan bagi masyarakat luas untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan sesuai kompetensinya,” tambahnya.

Kepada para pencari kerja, Albertus berpesan agar kesempatan tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ia menekankan bahwa dunia kerja saat ini menuntut lebih dari sekadar ijazah.

“Persiapkan diri dengan keterampilan, etos kerja, dan sikap profesional yang baik. Dunia kerja sekarang membutuhkan kemampuan beradaptasi, kreativitas, serta semangat belajar yang tinggi,” pesannya.

Lebih lanjut, ia berharap Job Fair UMK bisa menjadi agenda rutin dengan cakupan lebih luas di masa mendatang. “Semoga ke depan semakin banyak perusahaan yang terlibat, sehingga peluang kerja yang ditawarkan makin beragam. Kolaborasi antara pemerintah, universitas, dunia usaha, industri, serta masyarakat harus terus diperkuat demi terciptanya ekosistem ketenagakerjaan yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :