Sehari di Dua Tempat, PAN Kudus Gelar Sarasehan Peran Politik Bagi Kadernya

oleh

Kudus, isknews.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional Kabupaten Kudus menggelar kegiatan pendidikan politik bagi kadernya di dua tempat sekaligus.

Acara yang dikhususkan bagi para pengurus harian baik di tingkat DPD, DPC dan DPRt tersebut dimaksudkan untuk memberikan pencerahan politik bagi kadernya terutama menghadapi situasi politik kekinian dan untuk menambah wawasan dan pengetahuan politik untuk perkembangan PAN di masa mendatang.

Digelar di dua tempat berbeda, B’lian Resto, Undaan Lor dan di Rumah Makan Bale Raos Jati dengan menghadirkan narasumber yang sama Dr. Bambang Joyo Supeno, S.H.,M.Hum. Associate Professor Fakultas Hukum UNTAG Semarang, Sabtu (10/10/2020).

Sarasehan Pendidikan Politik kader PAn di Bale Raos, Jati, Kudus (Foto: YM)

Menurut ketua DPD PAN Kudus, Budiyono, kegiatan sarasehan ini pihaknya lakukan sesuai amanah Undang-undang nomor 2 tahun 2008 tentang partai politik. Sarasehan ini bertemakan “Peran Partai Politik Dalam Memperkuat Demokrasi Dan Kebangsaan”.

“PAN ingin memberikan pembelajaran politik kepada kadernya, bahwa fungsi dari partai politik sebagai sarana pendidikan bagi anggotanya dan sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” katanya.

Menurutnya, selain itu acara ini sekaligus untuk menggelar dialog interaktif sekaligus temu ramah dengan tujuan menguatkan tali silaturrahmi pengurus dan seluruh kader PAN, baik pengurus DPD, DPC dan ranting meski dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Sementara dalam arahannya Dr. Bambang Joyo Supeno diantaranya mengatakan bahwa, funsi Partai politik adalah sebagai sarana pendidikan politik bagi anggota dan masyarakat luas agar menjadi warga negara Indonesia yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Penciptaan iklim yang kondusif bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia untuk kesejahteraan masyarakat serta penyerap, penghimpun, dan penyalur aspirasi politik masyarakat dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan negara,” kata mantan tenaga ahli di DPRD Jawa Tengah ini.

Sarasehan pendidikan politik bagi kader PAN di B’Lian Resto Undaan Lor Kudus (Foto: YM)

Menurutnya partisipasi politik warga negara Indonesia dapat disalurkan melalui rekrutmen politik dalam proses pengisian jabatan politik tertentu.

“Tentunya melalui mekanisme demokrasi dengan memperhatikan kesetaraan dan keadilan gender,” akat dia.

Dia juga menyampaikan kondisi nilai indeks demokrasi di Indonesia yang kini menurun secara grafis dan harus segera ditingkatkan kembali melalui beberapa kebijakan yang pro demokrasi.

“Diantaranya yakni transparansi anggaran (APBD dan APBN) oleh pemerintah dalam berbagai media yang mudah diakses oleh masyarakat, seperti website pemerintah dan sebagainya. Semakin transparan, maka semakin tinggi nilai indeksnya,” tuturnya.

Meningkatnya pengaduan dari masyarakat, karena semakin banyak pengaduan dari masyarakat menunjukkan bahwa masyarakat bebas berekspresi dan menyampaikan pendapat serta tidak ada tekanan dari pemerintah yang membatasi penyampaian pendapat kepada pemerintah.

“Semakin banyak kanalatau jalur yang disediakan oleh pemerintah dalam menggali aduan, usulan dan pendapat masyarakat, maka semakin baik nilai indeks demokrasi Indonesia,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :