Sejumlah Warga Kudus Kesulitan cari Gas Melon, ini Penyebabnya

oleh -1,705 kali dibaca
Gas Elpiji 3 Kg. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Beberapa hari terakhir, warga di Kabupaten Kudus mengalami kesulitan untuk mendapatkan gas LPG 3 kilogram atau gas melon. Bahkan, ada warga yang sampai keliling ke bebarapa toko untuk bisa mendapatkan LPG bersubsidi tersebut.

Satu diantaranya yakni Paiman. Pria yang kesehariannya berjualan warung kopi di Jepangpakis Kecamatan Jati, Kudus itu mengaku, sepekan terakhir kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram. Apalagi saat toko langganannya kosong, ia pun harus keliling ke beberapa toko agar bisa mendapatkan gas LPG.

“Sudah sepekan ini, gas melon susah dicari, semoga segera bisa normal dan mudah dicari,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Kabid Fasilitas Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Minan Mochamad mengatakan banyak faktor penyebab sulitnya gas melon di beberapa wilayah di Kudus.

“Ada sejumlah faktor, karena konsumsi gas melon untuk kebutuhan rumah tangga dan UMKM meningkat. Selain itu, terlebih ada yang mengungsi di rumah-rumah warga Kudus, otomatis kebutuhan meningkat. Menurut laporan ada empat kecamatan yang disinggahi pengungsi, diantaranya  Jati, Kaliwungu, Kota dan Undaan. Jika pekan kemarin, di dapur umum untuk pengungsi, Disdag sudah menglokasikan,” ungkapnya kepada wartawan.

Terpisah, Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga Brasto Galih Nugroho kepada wartawan mengungkapkan jika pihaknya telah memberikan tambahan dropping, sesuai permintaan Dinas Perdagangan Kudus, yaitu pertama, di tanggal 10 Februari 2024 sebanyak 11.760 tabung dan baru kemarin tanggal 22 Februari 2024 sebanyak 5.040 tabung,

“Apabila di tingkat pengecer elpiji melon tersebut jarang ada, bukan berarti gas elpiji bersubsidi itu langka di pasaran. Sebab, Pengecer bukan jalur resmi penyaluran LPG tiga kilogram dari Pertamina. (Jika di tingkat tersebut langka) dan tidak bisa menjadi indikator ketersediaan LPG 3 kg,” tambahnya.

Brasto mengingatkan supaya agen dan pangkalan elpiji tiga kilogram untuk wajib melayani konsumen selama membawa KTP. Apabila yang terkait belum terdaftar di microsite Subsidi Tepat LPG, maka pangkalan wajib membantu pendaftaranntya.

”Apabila terdapat keluhan dan saran terkait produk dan layanan Pertamina Patra Niaga, konsumen dapat menghubungi Pertamina Call Center 135,” tandasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :