Resmi, Kudus Miliki Museum Jenang Satu-Satunya Di Indonesia

oleh -2146 Dilihat

Kudus, isknews.com – Grand Opening Gedung Mubarok dan Museum Jenang yang diklaim satu-satunya di Indonesia, telah diresmikan pada Rabu, (24/5/2017) siang di Jalan Sunan Muria, yang masih satu deretan dengan pusat oleh-oleh Mubarokfood Kudus.

Hadir dalam peresmian, Bupati Kudus H.Musthofa yang diwakili oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM, Bambang Tri Waluyo, perwakilan dinas perindustrian dan perdagangan provinsi Jawa tengah, Jajaran Forkopimda Kudus, Perwakilan dari Ketua komis B DPRD Muhasiron, Ka.kemenag Noor Badi serta tamu undangan lainnya.

Terlihat Pemilik Generasi ke 3 CV.Mubarokfood H.Muhammad Hilmy (jas hitam nomor 5 dari kiri) bersama dengan tamu undangan saat di depan Miniatur Menara Kudus.

“Mengusung tema Glokalisasi, yang berarti Membumikan Potensi Lokal dari kabupaten Kudus ke Kancah Global, Gedung berlantai 2 itu di gadang-gadang menjadi Pusat Sentra Bisnis dan Budaya. Hal ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kudus,” Jelas H. Muhammad Hilmy, SE Pimpinan CV. Mubarokfood itu.

Dikatakannya, lantai satu pada gedung tersebut disajikan minimarket yang berisi berbagai produk CV. Mubarokfood, disamping berbelanja, para pengunjung juga bisa menaiki tangga ke lantai dua untuk melihat showroom jenang dan produk hasil karya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) khas Kabupaten Kudus.

“Museum Jenang sendiri menampilkan cerita sejarah keberadaan makanan khas Kudus Jenang pada awal mulanya, seperti halnya diorama pasar bubar menara, yang merupakan pasar pertama Jenang Kudus, Rumah dan Baju Adat Kudus juga Dokumen Kudus tempo dulu,” ujar alumnus pondok pesantren modern gontor ponorogo itu.

Visualisasi Rumah Adat Kudus Terlihat mempesona dan bersahaja

Diceritakannya, Lebih lanjut diperlihatkan juga maket komplek Menara Kudus dan Masjid Al Aqsha peninggalan Sunan Kudus, terlihat juga bangunan miniatur menara yang merupakan visualisasi Menara setinggi 5 meter, Mushaf Alqur’an ukuran jumbo dan Pustaka menara Kudus dan Walisongo.

Selain adanya pameran foto Kudus tempo dulu, diperlihatkan juga pencetus tiga generasi dari awal berdirinya yang dulu terkenal dengan Jenang Tiga-tiga ini. Lalu, selain dipamerkan alat pembuatan jenang dari generasi ke generasi, juga diperlihatkan bagaimana pembuatan Jenang dari proses produksi hingga pemasaran.

Masih dilantai 2, pada bagian depan dipamerkan hasil produk asli UMKM seperti batik muria, cofee corner yang mengangkat kopi khas muria, karya seni biola bambu dan kearifan lokal yang ada dikabupaten Kudus

Rencananya, Hilmy menambahkan, juga akan disediakan tempat pamer untuk klaster hasil logam yang difasilitasi oleh FEDEP (Forum for Economic Development and Employment Promotion).

Museum Jenang merupakan sebuah mahakarya yang tercipta dari 2 seniman perupa tersohor, yakni Mbah Hadi Dahlan dan Saryono, telah menyuguhkan keindahan karya seni yang amat cantik dan mempunyai nilai artistik sangat tinggi. Hadirnya Museum Jenang ikut meramaikan pariwisata sejarah permuseuman yang ada dikabupaten Kudus, setelah sebelumnya ada Museum Kretek di Getas Pejaten kecamatan Jati dan Museum Patiayam di Terban kecamatan Jekulo.

Dijelaskannya, pengerjaan gedung tersebut memakan hampir satu tahun sejak mulai didirikan pada bulan juni tahun 2016 lalu oleh axanimdo dari Semarang. Diharapkan, “Dengan diresmikan Gedung Mubarok dan Museum Jenang ini, masyarakat bisa berbelanja sambil mengunjungi Museum Jenang yang bisa dinikmati oleh halayak umum dan tentunya tidak dipungut biaya alias gratis.” Pungkasnya (AJ)

No More Posts Available.

No more pages to load.