Seratus Lebih Siswa SMA 2 Kudus Dilarikan ke RS, Diduga Keracunan MBG

oleh -168 Dilihat
Mobil ambulan yang silih berganti mengangkut ratusan siswa SMA 2 Kudus, karena keracunan makanan MBG. (Foto YM/YM)

Kudus, isknews.com — Insiden dugaan keracunan MBG massal terjadi di SMA Negeri 2 Kudus, Kamis (29/1/2026).

Ratusan siswa mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan sehari sebelumnya.

Akibat kejadian itu, puluhan siswa harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit, sementara ratusan lainnya menjalani observasi mandiri.

Sejak pagi hari, para siswa mengeluhkan berbagai gejala seperti mual, pusing, muntah, nyeri perut, hingga diare.

Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas belajar mengajar di sekolah terganggu. Sejumlah ambulans dari berbagai rumah sakit di Kabupaten Kudus dikerahkan untuk mengevakuasi siswa yang kondisinya memburuk.

Para siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD dr Loekmonohadi, RS Sarkies, RS Kumalasiwi, RS Mardi Rahayu, dan RS Islam Kudus.

Salah satu siswa yang langsung dibawa ke RSUD dr Loekmonohadi Kudus. (Foto: YM/YM)

Petugas medis melakukan penanganan cepat guna memastikan kondisi korban tetap stabil.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Mustiko Wibowo, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut sejak pagi dan langsung melakukan koordinasi dengan pihak sekolah serta rumah sakit.

Ada laporan siswa mengalami keluhan mual, muntah, dan diare. Dugaan sementara mengarah pada keracunan makanan, namun penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” kata Mustiko.

Ia menjelaskan, makanan yang dikonsumsi para siswa merupakan bagian dari Program Makan Bergizi Gratis yang dibagikan pada Rabu (28/1/2026).

Menu yang disajikan antara lain nasi putih, lauk ayam, tempe, sayur kecambah, serta kuah soto.

Sejumlah siswa mengaku mencium aroma tidak biasa dari makanan tersebut sebelum akhirnya mengalami gejala pada keesokan harinya.

Kami sudah mengamankan sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium. Sambil menunggu hasilnya, distribusi MBG dari dapur yang sama kami hentikan sementara,” ujarnya.

Berdasarkan data terakhir yang berhasil dihimpun hingga pukul 12.30 WIB, tercatat sebanyak 97 siswa menjalani perawatan di rumah sakit, sedangkan 104 siswa lainnya menjalani observasi mandiri karena mengalami gejala ringan dan tidak memerlukan perawatan intensif.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan pemerintah daerah bergerak cepat menangani kejadian tersebut dan memastikan seluruh siswa terdampak mendapatkan layanan kesehatan secara optimal.

Keselamatan dan kesehatan siswa adalah prioritas utama. Saya minta seluruh korban ditangani dengan maksimal dan biaya perawatan tidak menjadi kendala,” tegas Sam’ani.

Ia juga memerintahkan penghentian sementara distribusi Makan Bergizi Gratis dari dapur penyedia yang sama hingga hasil investigasi dinyatakan aman.

Program ini tujuannya baik, tetapi pelaksanaannya harus benar-benar diawasi. Kami akan evaluasi menyeluruh, termasuk dapur penyedia dan proses distribusinya, agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.

Pemkab Kudus memastikan proses investigasi dilakukan secara transparan dengan melibatkan dinas terkait. Sementara itu, pihak sekolah diminta meningkatkan pengawasan terhadap kondisi siswa dan melaporkan apabila masih ditemukan keluhan lanjutan.

Kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis pemerintah yang menyasar pelajar. Evaluasi terhadap standar kebersihan, pengolahan, dan distribusi makanan dipastikan akan diperketat guna mencegah kejadian serupa di kemudian hari. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.