Sidak DPRD: Atap Rusak Tiga SD di Kudus Mendesak di Perbaiki Tahun Ini

oleh

Kudus, isknews.com – Diwilayah Kabupaten Kudus, sedikitnya terdapat 25 sekolah rusak yang masuk dalam data skala prioritas untuk segera rehabilitasi. Namun akibat mepetnya perencanaan penganggaran, maka untuk tahun ini hanya ada 3 SD yang mendesak untuk segera dilakukan perbaikan.

Ketiga SD Negeri tersebut adalah SD Purwosari 2 di Kecamatan Kota, SD Berugenjang di Kecamatan Undaan serta SD Jepang Pakis 1 di Kecamatan Jati. Kondisi ketiga sekolah ini dianggap sebagai yang paling parah.

Hal itu diungkapkan oleh Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus  Harjuna saat dilakukan sidak sekolah rusak oleh ketua DPRD Kudus Masan dan Ketua komisi D Mukhasiron beserta sekretaris Muhtamad, Jumat (18/09/2020).

Seperti diketahui sejumlah sekolah dasar negeri di Kudus mengalami kerusakan pada atap ruang kegiatan belajar mengajar akibat usia bangunan maupun kualitas material bangunan tersebut, sehingga kondisi itu dikhawatirkan nantinya akan membahayakan bagi peserta didik apabila sekolah tatap muka sudah mulai dilaksanakan.

Ketua DPRD Kudus Masan, Ketua Komisi D Mukhasiron dan sekretaris Muhtamad serta Plt Kepala Disdikpora Harjuna melihat kondisi atap ruang sekolah dalam sidak, Jumat (18/09/2020) (Foto: YM)

Menurutnya akibat keterbatasan anggaran maka rehabilitasi dilakukan hanya untuk penggantian atap menggunakan baja ringan. Plafonnya akan memakai anggaran APBD murni 2021 mendatang.

“Kita mengalami keterbatasan anggaran sehingga nantinya kerangka atapnya diganti atapnya menggunakan baja ringan cukup. Untuk plafonnya nanti menyusul,” ujar Harjuna di lokasi.

Sementara itu dalam sidak tersebut, ketua DPRD Kudus Masan di SD 2 Purwosari, Kecamatan Kota, mendapati ada empat ruangan yang mengalami kerusakan parah. Rata-rata kerusakan terjadi pada bagian plafon dan atap akibat struktur kayunya memang sudah lapuk dimakan usia.

Berbincang dengan Plt Kepala Disdikpora Masan menyampaikan,  ada dua ruangan yang sudah dianggarkan dalam Perubahan APBD 2020 yang rencananya minggu ini bakal disahkan.

“Untuk sementara, dua ruangan dulu karena waktu Perubahan APBD 2020 sangat terbatas. Sebab, meski dananya ada, tapi waktu pengerjaannya sangat mepet. Sisanya akan kami alokasikan di APBD 2021 mendatang,”ujar Masan.

Selain dua ruangan di SD 2 Purwosari tersebut, kata Masan,pihaknya juga akan mengalokasikan anggaran rehab di dua sekolah lainnya yakni SD Jepang Pakis dan SDN Berugenjang.

“Masing-masing akan mendapatkan Rp 200 juta untuk rehabilitasi kerusakan yang terjadi,”tandasnya.

Terkait banyaknya gedung SD di Kudus yang rusak, kata Masan, pihaknya sudah berulangkali meminta Disdikpora Kabupaten Kudus segera menyerahkan data prioritas sekolah rusak yang perlu secepatnya direhabilitasi.

Namun, hingga kini Disdikpora Kudus belum menyerahkan sekolah rusak yang perlu menjadi prioritas.  Padahal menurut dia, dirinya sudah minta perencanaan prioritas sekolah yang harus direhabilitasi.

“ Jangan sampai, perbaikan sekolah rusak itu liar tanpa ada dasar acuannya mana yang perlu menjadi prioritas perbaikan,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :