Siswa SD di Margoyoso “Digoyang Rokok Jadi-jadian”

oleh -1,491 kali dibaca

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Sejumlah orangtua siswa Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Margoyoso diresahkan rokok elektrik (Vape –red) “jadi-jadian”. Pasalnya, liquid yang mereka gunakan sebagai perasa itu, dicampur aneka macam zat yang cukup berbahaya.

“Ini berbeda dengan rokok elektrik dari pabrikan yang sudah ada standarnya. Uniknya, mereka merakit sendiri, dan liquid yang dipakai juga sangat berbeda dengan yang pabrikan, malah ada yang dicampur suplemen, permen, bahkan obat batuk, ini sangat berbahaya,” ungkap Kapolsek Margoyoso, AKP Sugino, Rabu (16/08/2017).

Selepas memberikan sosialisasi bahaya “rokok jadi-jadian” dan narkoba di SD N 02 Sekarjalak, Kecamatan Margoyoso, Pati dia mengatakan, antara orangtua, pihak sekolah dan masyarakat turut mengawasi siswa SD ini.
“Kami telah mengirim sampel zat perasa di laboratorium. Tapi intinya, mereka tidak sepatutnya mengkonsumsinya, apalagi zat-zat ini dikhawatirkan memapar tubuh mereka dan menimbulkan berbagai penyakit,” jelasnya.

Lanjut AKP Sugino, rokok jadi-jadian itu menggunakan bahan fitting lampu, kapas kecantikan, korek api, dan liquid oplosan yang dengan mudah ditemukan anak-anak di lingkungan mereka.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD N 02 Sekarjalak, Rukini merasa kaget ketika sejumlah anak didiknya mengacungkan jari, ketika polisi mengatakan “siapa saja yang pernah memakai rokok jadi-jadian”.

“Terus terang saya prihatin, awalnya tidak ada, tapi setelah ditanya petugas mereka secara jujur menjawab bahwa mereka menggunakan rokok jadi-jadian,” tukasnya.
Mengantisipasi hal itu, Rukini bakal melangsungkan inspeksi rutin dengan cara menggeledah tas anak didiknya. Kemudian, jika masih ditemukan benda-benda itu, pihaknya akan melayangkan surat kepada wali murid.

“Sabtu nanti kami akan kembali berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melangsungkan sosialisasi lagi penyalahgunaan narkoba. Dan ini terus terang, nanti kami meminta pengawasan intens dari orangtua, sekolah serta lingkungan untuk mengawasi mereka,” paparnya.

Di lokasi yang sama, orangtua siswa, Ulin merasa khawatir dengan fenomena “rokok jadi-jadian”. Untuk itu, pihaknya akan lebih mengawasi putra-putrinya agar terhindar dari benda-benda berbahaya.
“Ini kan masa-masa anak untuk sekolah dan menuntut ilmu, dengan adanya seperti ini jujur kami orangtua siswa merasa takut jika otak anak kami terkontaminasi dengan hal yang semacam ini. Saya akan lebih mengawasi anak saya,” beber warga Desa Kajen itu. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.