Tak Ada Pangkalan, Angkot Menara Padati Ruas Jalan Kyai Telingsing

oleh

Kudus, isknews.com – Bak sebuah sub terminal, kini suasana jalan Kyai Telingsing terutama pada hari-hari kunjungan ziarah tinggi, di ruas jalan tersebut baik lajur kanan maupun kiri banyak dipadati oleh jajaran angkot-angkot trayek wisata menara dan sejumlah kendaraan angkutan lainnya serta aktifitas naik turunnya penumpang.

Ini akibat para pengemudi angkot tersebut tak memiliki tempat untuk mangkal, setiap harinya belasan angkot trayek Terminal Jati – Singocandi memadati bahu jalan Kyai Telingsing.

Suasana jalan Kyai Telingsing Kudus, pada saat kunjungan wisata ziarah menara tinggi, akibatkan ruas jalan tersebut mirip seperti sebuah sub terminal (Foto: YM)

Keberadaan angkot menara dan parkir liar di kawasan tersebut, tak ayal kerap memicu terjadinya kemacetan panjang pada jam-jam tertentu. Seperti jam berangkat sekolah/kerja, jam pulang sekolah, dan jam pulang kerja.

TRENDING :  Begini Janji DPRD Pati Bangun Jembatan Puncel

Menanggapi hal ini, Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus, Putut Sri Kuncoro menyatakan jika saat ini pihaknya belum bisa menyediakan lahan untuk tempat mangkal trayek Terminal Jati – Singocandi. Sehingga sementara waktu, pihaknya membiarkan angkot-angkot itu untuk mangkal di sana.

“Mau dimana lagi, memang lokasi yang memungkinkan di Jalan Kyai Telingsing itu,” ujarnya, Jumat (04/10/2019).

TRENDING :  Moda Wisata di Terminal Bakalan Krapyak, Becak Paling Sering Melanggar

Menurut Putut, sumber kemacetan di Kawasan Wisata Religi Sunan Kudus bukan berasal dari angkot menara. Melainkan dari banyaknya parkir liar yang beroperasi di sana.

“Kalau cuma angkot parkir di sana, saya rasa tidak akan semrawut dan lalu lintas tetap lancar,” lanjut dia.

Meski begitu, Putut mengaku pihaknya terus berupaya agar angkot menara dapat mendapatkan tempat mangkal yang layak. Sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar Menara.

TRENDING :  Wisatawan Berharap Akses Jalan menuju Jolong Dibenahi

Mengingat sebelumnya, Pemkab menafaatkan Taman Menara sebagai tempat mangkal angkot tersebut. Namun setelah taman tersebut dirombak sebagai pusat oleh-oleh khas Kudus. Para sopir angkot tidak dapat memarkirkan lagi kendaraannya di tempat itu.

Untuk itu dia berharap, Taman Menara dapat dikembalikan lagi peruntukannya seperti dulu.

“Kita sudah berupaya, mengembalikan pangkalan angkot pink ke Taman Menara. Hanya saja kami belum memperoleh solusi terbaik. Karena Taman Menara kini dikelola oleh Dinas Perdagangan,” tukasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :