Tak Hanya Ukir, Generasi Muda Jepara Juga Mulai Enggan Menenun

oleh -496 Dilihat

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Masuknya investasi asing besar-besaran yang masuk ke Jepara dalam beberapa tahun terakhir menyedot puluhan ribu pekerja. Akan tetapi, keberadaan investasi di bidang garmen hingga sepatu itu mengancam keberadaan industri lokal yang sudah lama menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Jepara. Tak hanya sektor meubel ukir, tenun Troso juga turut terdampak. Anak muda Jepara, kini tak lagi tertarik untuk menggeluti bidang ukir dan tenun. Kawula muda di Jepara lebih senang memilih bekerja di perusahaan garmen.


Bukhori, perajin tenun sekaligus Ketua Kelompoj Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Troso menyebut pengusaha tenun Troso kini mulai kesulitan untuk mendapatkan karyawan. Terlebih untuk generasi muda di Desa Troso. Di Troso, katanya, terdapat sekitar 6 ribu perajin tenun. “Sejak adanya perusahaan-perusahaan garmen yang ada di Jepara, pengusaha Troso memang kesulitan untuk mendapatkan pekerja, utamanya anak muda,” katanya.

Bukhori menambahkan, dari total perajin yang ada, hanya 40 persen yang generasi muda, sisanya disominasi oleh yang telah berusia tua. Hal itu pun juga banyak dari desa sekitar Troso seperti Ngeling, Dongos dan Sowan. “Dengan kaeadaan yang seperti ini tentu menjadi kekhawatiran tersendiri untuk keberlangsungan tenun torso,” imbuhnya.

Lebih lanjut Bukhori menambahkan, untuk mengatasinya, pihaknya gencar mengadakan pembinaan kepada generasi penenun muda. Hal itu dimulai dengan membentuk paguyuban yang menjaring generasi penenun muda. Sedari kecil ini dibiasakan untuk mengenal dan mencintai tenun. “Jika dari kecil sudah mencintai tenun, tentu keberlangsungan tenun torso masih bisa dipertahankan. Kita juga terus mendoorng generasi muda untuk terus mengembangkan berbagai macam motif dan corak agar terus bisa bersaing,” jelasnya. (ZA)

No More Posts Available.

No more pages to load.