Tampilkan Cerita Purba Ogoh-Ogoh Stegedon, Karang Taruna Jekulo Curi Perhatian Warga

oleh -177 Dilihat

Kudus, isknews.com – Terban adalah desa di Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus. Letak Desa Terban berada di  Lereng bukit Patiayam. Patiayam merupakan salah satu  tempat yang  mengandung fosil  di Indonesia. Fosil  merupakan sisa-sisa atau  jejak  makhluk hidup yang  berasal dari masa lalu  dan  telah terawetkan secara alami.

Sejumlah fosil  binatang purba ditemukan penduduk setempat seperti kerbau, gajah, dan   tulang lain.  Fosil gading gajah purba Stegodon merupakan primadona Patiayam. Temuan tersebut membuktikan adanya kehidupan manusia purba maupun binatang purba di kawasan tersebut.

Di  zaman ketika embun pagi   masih menari di  pucuk daun pakis raksasa, jauh  sebelum kita menganal desa Terban, ketika sang surya baru  saja  menyapa bumi dengan sinar keemasannya,disanalah mereka hidup. Manusia purba, dengan tubuh kekar dan  tatapan mata penuh misteri, berkelana di lereng bukit Patiayam. Di kaki  Gunung Muria, mereka mengukir jejak langkah, mencari buruannya.

Di  antara pepohonan  yang   menjulang tinggi, bayang-bayang raksasa  kerap kali   menghantui mimpi mereka. Stegodon, sang penguasa hutan, dengan gadingnya yang  berkilau bagai bulan purnama, merajai rimba belantara. Tubuhnya yang   seukuran bukit kecil membuat siapa pun yang   berhadapan  dengannya  merasa  kerdil.  Namun,  bagi   manusia  purba,  Stegodon  bukan sekadar ancaman, melainkan juga  simbol keberanian dan  kemakmuran.

Gading Stegodon, bagaikan tongkat sihir  para  dewa, dipercaya memiliki kekuatan magis. Maka dari  itu,  perburuan Stegodon  menjadi ritual sakral yang   dilakukan oleh   para   pemburu ulung. Mereka memohon kepada roh-roh leluhur agar  diberikan kekuatan dan  keberanian dalam menghadapi sang raksasa.

Ketika mentari pagi  menyingsing, mereka berangkat menuju hutan belantara. Dengan kapak dan tombak. Di padang rumput yang  Muria. Di tengah padang rumput itu,  berdirilah Stegodon yang sedang  mencari  makan  dengan  kelompoknya.  Dengan  gagah  berani, mereka  bersiap  untuk menyerang. Yang paling berani di  antara mereka, maju ke  depan. Dengan kapak di  tangan, ia menaklukan Stegodon. Para  pemburu bersorak kegirangan. Mereka telah berhasil menaklukkan sang raja  hutan. Mereka bersorak gembira.

“Sebuah kisah tentang keberanian dan kekuatan, manusia menantang alam. Sebagai pengingat kita bahwa manusia adalah bagian dari  alam, dan kita harus mampu untuk membijaksanai alam dengan kita sebagai penguasanya” ujar  Eddy Su selaku sutradara.

Pertunjukkan yang epik di Festival Karnaval Budaya Hari  jadi Kudus ke 475  oleh  Karang Taruna Kecamatan Jekulo yang  berhasil mencuri perhatian dengan ogoh-ogoh stegodon yang  begitu besar dengan diiringi gerombolan manusia purba.

KOMENTAR SEDULUR ISK :