Blora, isknews.com (Lintas Blora) – Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Wilayah Blora, Susimutoyo menyatakan target penyerapan gabah kering panen tahun 2017 sebanyak 26.630 ton. Hingga saat ini penyerapan gabah petani di Blora oleh Bulog baru mencapai 1.450 ton gabah kering panen (GKP).
Jumlah itu didapatkan dari pembelian gabah dari petani yang dilakukan oleh mitra kerja pengadaan (MKP) . “Penyerapan tetap terus dilakukan karena target tahun ini meningkat menjadi 26.630 ton,’’ kata Susimutoyo.
Tahun ini, pengadaan gabah ada perubahan pola, di mana ada tiga standar yang diterapkan. Yaitu beras kualitas rendah akan dibeli dengan harga Rp 7.150 per kilogram, kualitas sedang Rp 7.300 dan bagus Rp 7.500. Penyerapan tersebut berasal dari semua kualitas, baik rendah, sedang dan baik. Dia mengakui saat ini memang kualitas gabah tidak cukup baik karena faktor cuaca yang sering hujan. Serta pengeringan yang tidak maksimal.
“Saat ini MKP yang ada telah melakukan pembelian gabah di tingkat petani,” ujarnya.
Untuk tahun ini target penyerapan beras di Blora mengalami kenaikan dari tahun lalu. Bulog harus mampu menyerap 26.630 ton beras. Sedangkan pencapaian pada tahun 2016, sebanyak 22.926 ton. (**)











