Targetkan Jadi Museum Purbakala Modern Tamzil Minta Dinas Pariwisata Segera Susun Master Plan

oleh
Bupati Kudus HM Tamzil saat mengamati fosil gajah purba di museum Purbakala Patiayam Terban Jekulo Kudus (Foto" YM)

Kudus, isknews.com – Upaya merealisasikan Museum Purbakala Patiayam menjadi sebuah wahana yang selain menyimpan koleksi benda benda dan fosil purbakala, namun juga memiliki daya tarik wisatawan yang besar masih terkendala dengan status lahan yang merupakan tanah milik Pemerintah Desa (Pemdes) Terban Kecamatan Jekulo Kudus.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kudus, HM Tamzil meminta kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk segera menyusun master plan pengembangan Museum Patiayam. Dana sebesar Rp. 300 juta dari anggaran perubahan akan dikucurkan untuk penyusunan master plan Museum Purbakala yang terintegrasi dengan jalan menuju obyek wisata bendungan Logung.

“Tahun ini diharapkan masterplannya sudah ada. Sehingga tahapan pengembangan museum bisa dimulai dari tahun 2020,” tegasnya.

TRENDING :  Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta Gelar Karya Koreografer Muda

Tamzil mentargetkan, pengembangan museum tersebut bisa rampung dalam kurun waktu empat tahun. Dimana di tahun pertama akan digunakan untuk pembebasan lahan. Sedangkan untuk tahun selanjutnya digunakan untuk pengembangan museum.

“Saya dengar dari Pemerintah Pusat sempat mau memberikan bantuan pengembangan museum sebesar Rp. 20 miliar. Namun akhirnya gagal, karena status tanahnya yang masih milik Pemerintah Desa. Ini cukup disayangkan,” ujar Tamzil.

TRENDING :  Festival Ngunduh Buah Duren-Ace Margorejo, Dongkrak Penjualan dan Kearifan Lokal

Pergerakan cepat Disbudpar dalam menangkap potensi wisata dan membuat master plan pengembangan Museum Patiayam sangat ditunggu. Bahkan orang nomor satu di Kabupaten Kudus itu menyarankan, agar Disbudpar segera melakukan konsultasi dengan ahli terkait dan study banding dengan sejumlah museum purbakala kenamaan.

Sementara Plt. Kepala Disbudpar Kudus, Kasmudi mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti instruksi dari Bupati Kudus.

Dia mengungkapkan, pada tahun 2013 lalu pihaknya pernah mengajukan master plan pengembangan Museum Patiayam ke Pemkab Kudus. Hanya saja, saat itu usulannya ditolak.

TRENDING :  Air Terjun Watu Gompeng Yang Masih Perawan

“Dari master plan yang ada akan kami kaji dan sesuaikan lagi. Kami usahakan masterplannya bisa selesai tahun ini,” ujar Kasmudi.

Diungkapkannya, pihaknya sebenarnya sudah memiliki konsep pengembangan dengan membangun museum indoor dan outdoor di sana. Selain itu, banyaknya destinasi wisata alam di sekitar Museum Patiayam, dinilai sangat potensial untuk mengembangan paket wisata di Kudus. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :