Tarik Uang Syukuran, MTsN 2 Kudus Bantah Beri Sanksi Tahan Ijazah

oleh -332 kali dibaca
MTsN 2 Kudus yang berada di Kecamatan Mejobo (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Sebuah postingan diduga dari wali siswa sempat viral di media sosial. Postingan itu mengeluhkan soal penarikan uang iuran Rp 200 ribu untuk syukuran kelulusan yang di tujukan bagi siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kudus belum lama ini.

Netizen itu menulis pada akun grup FB yang intinya mengeluhkan dan meminta solusi karena belum membayar uang tarikan dari sekolah yang ada di Kecamatan Mejobo tersebut.

Saat di konfirmasi oleh sejumlah awak media melalui panggilan telepon, Kepala MTsN 2 Kudus Khamdi membenarkan adanya tarikan iuran uang syukuran tersebut. Namun, pihaknya menjelaskan jika kebijakan penarikan iuran tersebut wewenang dari Komite Madrasah dan akan dipergunakan untuk kepentingan sekolah.

“Benar memang ada tarikan iuran dari komite. Itu usulan dari komite dan sudah jadi menjadi kebiasaan tiap tahun, Kepentingannya untuk melengkapi pengadaan sarana dan prasarana yang belum terpenuhi, seperti pengadaan AC dan sebagainya,” katanya, Jumat (17/06/2022).

Lebih lanjut, menaggapi beredarnya postingan yang mempersoalkan ketidakmampuan siswa untuk membayar uang iuran maupun jariyah setiap tahunnya. Maka orang tua siswa dan komite bisa lapor ke madrasah dan akan dicarikan jalan keluarnya. 

Menurutnya, nantinya, pihak Madrasah akan memberikan keringanan kepada siswa yang tidak mampu. Pihaknya ingin pihak Madrasah, komite, siswa dan orang tua siswa ada komunikasi yang baik.

“Kalau tidak mampu bayar ya biasanya matur (bilang) ke madrasah. Kalau memang tidak mampu, biasanya komite sama orang tua matur (bilang) ke Madrasah kemudian ada keringanan,” jelas Khamdi.

Kemudian, lanjut Khamdi, ada narasi yang berkesan negatif dalam postingan tersebut, soal jika siswa yang tidak membayar uang syukuran yang lalu pihak sekolah akan memberi sanksi dengan menahan jazahnya, adalah tidak benar.

“Padahal ijazah saja belum ada. Belum ada kok ditahan itu yang nahan siapa? Ijazah kami belum menerima apalagi ditulis, apalagi diberikan,” ujarnya.

Masih kata Khamdi, pihaknya kaget saat mengetahui adanya unggahan yang membahas uang iuran di media sosial.

“Pasalnya, tidak ada konfirmasi ke pihak sekolah mengenai narasi yang menyebutkan siswanya tidak bisa membayar. Sampai saat ini belum ada konfirmasi kepada madrasah dan kepada komite. Tau-tau diunggah di medsos saja,” ungkapnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :