Tega, Anshori Bunuh Ibunya Pakai Cangkul

oleh -2076 Dilihat
oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Warga Dusun Kebangsan RT 02 RW 03, Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, digegerkan dengan pembunuhan yang menimpa Siti Aminah (77), Selasa (28/11/2017). Pelaku diduga adalah anak bungsunya sendiri, Anshori (35), yang tega menghabisi nyawa Aminah menggunakan gagang cangkul.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning yang ditemui sejumlah awak media di tempat kejadian perkara (TKP) mengatakan, korban meninggal dunia karena benturan benda tumpul. Dilihat dari TKP ditemukan barang bukti berupa cangkul yang ada bekas noda darah di gagangnya.

Cangkul tersebut diduga digunakan pelaku untuk memukul kepala korban, sehingga menimbulkan luka dan mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Dari hasil penyelidikan di TKP alat yang digunakan membunuh korban ya cangkul itu, tapi masih kita dalami lagi,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, melihat luka korban dan hasil pemeriksaan dari dokter, diduga kuat penyebab kematian korban karena mengalami luka yang cukup besar di bagian kepala belakang. Luka itu menyebabkan korban mengeluarkan banyak darah, sehingga nyawanya tak tertolong.

Dikatakannya, identifikasi pelaku sementara mengarah kepada anak bungsu korban, yang informasinya mengalami gangguan jiwa. Untuk memastikan kejiwaan Anshori, pihaknya akan membawa terduga pelaku ke RSUD untuk dilakukan observasi.

“Kita observasi dulu dan pastikan kejiwaan korban,” imbuhnya. Lebih lanjut Gurning mengatakan, menurut keterangan tetangga, kejiwaan Anshori mulai terguncang sejak ditinggal istrinya. Semenjak itu, putra bungsu korban ini sering marah-marah.

Sementara itu salah satu tetangga korban Ida mengungkapkan, Anshori sudah agak terganggu kejiwaannya sejak lama. “Sejak saya MTs sudah terganggu,” tuturnya.

Namun, katanya lanjut, sempat sembuh sebentar. Kemudian menikah, tapi tak bertahan lama karena istrinya minta cerai. “Kira-kira hanya sebulan saja kemudian minta cerai. Selepas itu semakin terguncang kejiwaan Anshori,” jelasnya. (MK)

No More Posts Available.

No more pages to load.