Jadi Camilan Sehat yang Ngetrend, Warga Kramat Olah Sayur-Sayuran Jadi Makoju Veggie

oleh -744 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Terinspirasi dari salah satu teman yang mengembangkan camilan makaroni keju (makoju) di Purbalingga, Banyumas, Jawa Tengah. Enten Gati Swari (32 tahun), warga Desa Kramat, Kecamatan Kota, Kudus melakukan inovasi makoju dengan mengkombinasikan sayur-sayuran sebagai bahan campuran.

Enten menyebutnya makoju veggie. Ada beberapa sayuran yanh digunakan untuk campuran makoju ini, antara lain, bayam, wortel, seledri, ubi ungu, serta buah naga.

“Saya pernah juga mencoba labu siam tapi ternyata agak kerepotan jadinya tak skip aja,” ujarnya.

Kombinasi makoju dengan sayuran atau yang lebih dikenal makoju veggie ini milik Enten tidak sulit menguasai lahan pemasaran. Bahkan, tidak jarang yang memesan dari luar pulau walaupun harga ongkos kirimnya lebih mahal.

“Ada yang pesan dari Surabaya itu ongkirnya 150 ribu, padahal dia cuma pesan 7 kemas saja, dan itu sudah dua kali pesan,” tuturnya.

Untuk harga perkemasan sendiri, lanjut Enten, dipatok seharga 23 ribu rupiah dengan berat 150 gram. Sementara untuk yang kemasan kecil seberat 100 gram dipatok seharga 15 ribu rupiah.

“Kalau pemasaran online sydah pernah sampai Surabaya, Jakarta, NTB, dan Kalimantan,” ujarnya.

Selain berhasil menyasar lahan pasar secara online, makoju milik Enten juga sudah tembus di minimarket dan toko-toko lokal di Kudus. Hanya saja, untuk peminat makoju veggie di Kudus kurang antusias, sehingga kebanyakan yang ditemui adalah makoju original.

“Ada 54 indomaret yang kita setor makoju tapi yang diminta rata-rata yang original, yang pesen online dan yang dari luar kota justru yang suka makaroni veggie,” katanya.

Penciptaan makoju veggie, sebut Enten, didasari dari keinginannya untuk mengkombinasikan camilan ringan yang sehat. Percobaan sayuran pertama yang diolahnya menjadi bahan campuran makoju miliknya adalah bayam.

“Kita campur sayurannya di adonan, jadi pas penggilingan langsung keluar warnanya dan langsung saya goreng,” terangnya.

Ternyata, percobaan terus membuahkan hasil yang manis. Tidak hanya mengeluarkan pewarnaan yang bagus serta rasa yang enak, makoju campuran bayam tersebut juga banyak dilirik para penikmat camilan sehat.

Baru kemudian, dia merambah ke sayuran lain, seperti wortel, seledri, ubi ungu dan buah naga pada 2019 silam.

“Saya juga masih buat yang original untuk disetor di minimarket dan toko lokal, kalau yang original malah sudah sejak 2018,” tandasnya.

Terkait proses produksi, Enten mengaku melakukan produksi dua hari sekali. Sekali produksi, dia bisa menghasilkan 4 kilo adonan makaroni.

Untuk bahan-bahannya menggunakan tepung tapioka, telur, keju untuk varian original. Sementara untuk varian makoju veggie tinggal dicampurkan sayuran yang diinginkan.

“Semua sayuran bisa dibuat campuran makoju, tapi untuk sementar saya masih menggunakan 5 varian sayuran saja,” tukasnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.