Fosil Gading Gajah Purba Terbaik di Tahun 2020 Ditemukan, Kini Sedang Diteliti BPSMP Sangiran

oleh

Kudus, isknews.com – Sebuah temuan fosil terbaik di tahun 2020 ini, berupa fosil gading gajah purba jenis Stegodon Trigonochepalus yang dalam kondisi nyaris utuh. Ditemukan oleh seorang petani bernama Sutopo, di sebuah ladang Dukuh Kaliuloh Desa Gondoharum Kecamatan Jekulo, 7 Maret lalu.

Keberadaan fosil gading sepanjang 2.5 meter itu kini telah diangkat dan dibawa ke ruang penelitian di MuseumPurbakala Patiayam di Desa Terban Kecamatan Jekulo Kudus untuk dilakukan penelitian dan penyimpanan.

Tim ahli dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran Sragen telah hadir di Kudus dan melakukan serangkaian penelitian dan prekonstruksi atas sejumlah temuan fosil-fosil yang menyertainya.

Dijelaskan oleh Dodi Wiranto pimpinan tim yang juga Kasi Perlindungan BPSMP Sangiran yang hadir bersama empat orang anggotanya, selain fosil gading juga ditemukan sejumlah fragmen (pecahan) gigi, tulang kaki  dan rusuk binatang sejenis sapi dan kerbau purba.

Menurutnya selama Bulan Januari hingga Maret bulan ini, Meseum Purbakala ini sudah mendata 22 penemu fosil di situs Patiayam dengan jumlah fragmen fosil temuan lebih dari 100 temuan.

Dodi Wiranto, Kasi Perlindungan BPSMP Sangiran dan Lilik Ngesti Widiasuryani, Kasi Sejarah Permuseuman dan Purbakala (Rahmuskala) Dinas kebudayaan dan Pariwisata (Dispudpar) Kabupaten Kudus saat melakukan pengukuran fosil gading gajah temuan warga (Foto: YM)

“Mereka berhak menerima apresiasi, penghargaan dan tali asih,” ujar
Dodi didampingi anggota tim, Nico, Kamis (12/03/2020).

Menurutnya, hasil peninjauan dan pendataan lapangan akan digunakan untuk kegiatan lebih lanjut. Temuan sejumlah fosil di situs Patiayam masih perlu identifikasi lebih mendalam, sebelum dilanjutkan proses rekonstruksi, serta pelestarian dan pemeliharaan (konservasi).

Sedang gading Stegodon Trigonochepalus yang baru saja ditemukan diperkirakan berusia 900.000 tahun sebelum masehi.

Kasi Sejarah Permuseuman dan Purbakala (Rahmuskala) Dinas kebudayaan dan Pariwisata (Dispudpar) Kabupaten Kudus, Lilik Ngesti Widiasuryani mengatakan, fosil gading gajah purba  sepanjang 2,5 meter ini merupakan temuan terbaik mengawali tahun keberuntungan 2020.

“Masih banyak fosil purba di situs Patiayam ini yang belum ditemukan,”
terang Lilik yang kini ditunjuk menjadi Pelaksana tugas (Plt) Kabid
Kebudayaan Disbudpar Kudus.

Sebelumnya akhir 2019, ditemukan fosil gading gajah purba panjang antara 1 meter hingga 1,5 meter, potongan tulang leher, tulang rusuk dan tulang belakang, serta sebuah fosil diduga gigi sapi purba.

Sejumlah fosil binatang purba tersebut ditemukan di  perbukitan situs Patiayam kawasan Pegunungan Muria, tepatnya di Dukuh Ngrangit, Desa Terban Kecamatan Jekulo Kudus.

Situs Patiayam merupakan bagian dari Pegunungan Muria dengan luas mencapai 2.902,2 hektare, meliputi wilayah Kudus dan sebagian wilayah Pati.

Hingga sekarang, situs purbakala Patiayam  menjadi yang terbesar kedua setelah situs Sangiran di Kabupaten Sragen.

Koordinator Museum Purbakala Patiayam, Djamin menambahkan, temuan fosil gading gajah purba serta sejumlah fragmen gigi, tulang kaki  dan rusuk binatang sejenis sapi dan kerbau purba di ladang Desa Gondoharum merupakan temuan pertama tahun 2020.

“Tahun 2019 ada sekitar 40 kali temuan fosil purba,” ungkapnya.

Sejumlah temuan fosil purba tersimpan di Museum Purbakala Patiayam. Di museum itu saat ini juga  terdapat sekitar sembilan ribu fragmen fosil purba yang sudah teridentifikasi, dari puluhan ribu temuan fragmen fosil binatang purba.

Puluhan ribu fragmen fosil purba berasal dari 17 spesies binatang darat, rawa dan air yang ditemukan di situs Patiayam.

Sebagian besar fosil ditemukan warga, di antaranya Stegodon Trigonochepalus (gajah purba), Elephan Sp (sejenis gajah purba), Rhinoceros Sondaicus (badak), Ceruss Zwaani (rusa), Brachygnatus Dubois (babi), Felis Sp (macan), Crocodilus sp (buaya).

Selain itu Familia Tryonix atau keluarga penyu-penyunan yang hidup di perairan, berupa temuan fragmen karapas berdasarkan ciri-cirinya, termasuk kura- kura air tawar dari sepesies Trionyx Triunguis.

Sebagian besar fosil temukan mulai tahun 2005. Selain fosil binatang purba, di situs Patiayam juga ditemukan benda purbakala berupa kapak genggam. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :