Terduga Teroris yang Diamankan Densus 88, Baru 5 Hari Kerja di Kudus

oleh -4.688 kali dibaca
Sejumlah foto dan kopi identitas diri terduga teroris, saat ditemukan di kamar kontrakannya (Foto : YM)

Kudus, isknews.com – Seorang warga Bojonegoro ATP (29) yang sedang bekerja sebagai tenaga proyek revitalisasi di PG Rendeng Kudus ditangkap Densus 88 saat hendak berangkat kerja berboncengan motor dengan teman sekerjanya.

Menurut Cahyono (35) yang sempat memboncengkan motor terduga teroris ATP, pria asal Karanganyar Solo ini merupakan rekan sekerja dan sempat tinggal satu kontrakan bersama 4 rekannya yang lain di RT 02 RW I Dukuh Badongan, Desa Tumpang Krasak, Kudus.

Kejadiannya pada Jumat (02/04) sekitar pukul 14.00 WIB saat mereka berdua berboncangan hendak berangkat kerja proyek di PG Rendeng.

“Namun saat berada tak jauh dari warung kopi di pinggir Jalan Soedirman kami diberhentikan oleh sekitar 8 orang petugas berpakaian preman. Selanjutnya para petugas itu meminta minta ATP masuk ke mobil Avanza,” kata Cahyono, saat ditemui dirumah kontrakannya, Jumat (02/04/2020) malam.

Sedangkan dirinya hanya diminta mengikuti mereka dengan diboncengkan petugas menuju ke Polsek Kudus. Cahyono sempat ikut diperiksa oleh petugas Densus 88 sekitar 30 menit.

“Selanjutnya saya diperbolehkan pulang, tapi ATP tidak, dia masih terus diperiksa,” ungkap warga Ngadiluweh, Matesih, Karanganyar. Jum’at 02/04/2021 malam.

Dari sejumlah informasi, ATP adalah warga Desa Ngujung, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur itu kemudian dibawa petugas ke rumahnya untuk dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan lanjutan.

“Saya ditanya kenal di mana, berapa lama, kok bisa kerja disini bagaimana, sama dimintai foto setelah itu saya diperbolehkan pulang,” tuturnya.

Di lokasi sebelum keluar menuju jalan raya ini, terduga teroris diberhentikan motornya oleh petugas Densus 88 (Foto: YM)

Meski demikian awalnya dirinya tidak mengetahui secara pasti soal ATP yang terlibat dalam kasus apa saat ditangkap.

“Kami dulu memang dulu pernah bekerja bersama saat di proyek Paiton Probolinggo tapi lalu lama putus komunikasi, ketemu lagi di proyeknya Wika yang lagi mengerjakan instalasi pemipaan di PG Rendeng, dia spesialisasi di insulation pipa uap,” terang dia.

Dia baru tahu bahwa ATP terlibat sesuatu kasus malam ini, setelah ada tiga orang Polisi datang kekontrakannya dan memeriksa barang-barang ATP yang tertinggal.

“Terus saya diberi informasi bahwa dia terduga jaringan teroris itu. Kami yang lain sudah 10 harian disini, sedangkan ATP baru berkumpul selama 5 hari di kontrakan ini,” terangnya.

Sementara itu Kepala Desa Tumpang Krasak, Sarjoko Saputro yang sempat terlihat di rumah kontrakan terduga teroris malam itu kepada awak media mengatakan dirinya tak tahu apa-apa terkait kejadian penangkapan oleh Densus 88 di wilayahnya.

“Saya hanya membenarkan rumah kontrakan itu milik warganya yang kini tinggal di perumahan Rendeng, soal kejadiannya saya juga baru dengar dari kalian awak media,” tandas Sarjoko. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :