Tersaingi Ojol Sejumlah Pengemudi Angkot Mengadu Ke Dishub Kudus

oleh

Kudus, isknews.com – Sejumlah pengemudi Angkutan Kota (Angkot) mencurahkan perasaan hatinya kepada Kepala Dinas Perhubungan Abdul Halil saat menghadiri penyuluhan pengusaha dan pengemudi angkutan orang dan barang di Kantor Dishub Kudus, beberapa waktu lalu.

Mereka menyampaikan keluhan kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus, bahwa kini penghasilan dari sopir angkot turun dratis. Hal ini tidak lepas karena adanya ojek online yang berkembang pesat di Kota Kretek.

Ilustrasi sebuah Angkot di Kudus (foto: YM)

Salah satu sopir angkot Solehadi mengatakan, penghasilan yang ia dapatkan mengaku turun drastis. Tidak hanya itu, kebanyakan warga juga beralih tidak lagi menggunakan angkot untuk transportasi. Menurutnya, mereka lebih suka menggunakan ojek online. Baik sepeda motor atau kendaraan mobil.

“Kendaraan online lebih melenggang bebas. Itu tidak ada aturannya. Ini jelas mengurangi pemasukan bagi kami,” ungkapnya, Rabu (13/11/2019).

Hal yang sama juga dirasakan oleh Sopir Angkot yang lain, Narto. Ia juga mengaku penghasilannya turun. Semula ketika belum ada ojek online, penumpang bisa penuh. Namun sekarang sudah tidak bisa. Apalagi, penumpang anak sekolah sekarang lebih memilih untuk menggunakan ojek online.

“Sehari saja Rp 25 ribu ndak dapat. Sulitnya bukan main. Belum lagi ada setoran yang lain. Terus kita makan apa,” keluhannya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Abdul Halil mengatakan, memang ojek online menjadi masalah bukan di Kdus saja. Melainkan secara nasional. Karena menurutnya, memang belum ada petunjuk yang jelas dari pemerintah pusat.

“Kita harapkan tetap bisa menjaga kondisi di Kudus agar kondusfi. Tidak ada gesekan angkutan dengan ojek online,” ungkapnya.

Meskipun demikian, ia mengaku untuk bisa beralih ke angkutan umum para sopir diajak untuk tertib. Baik berlalu lintas dan tidak melanggar trayek. Sehingga hal ini diharapkan akan menjadi daya tarik sendiri bagi warga untuk menggunakan transportasi angkutan umum. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :