Tiga Hari di Kesambi, Ekskavator Long Arms Milik BBWS Tak Berfungsi Maksimal

oleh

Kudus, isknews.com – Sudah tiga hari berada di kawasan kali piji Desa Kesambi Mejobo Kudus, Alat berat milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali Juwana jenis excavator long arms yang didatangkan dari Semarang ini tidak bisa bekerja maksimal.

Sedianya alat ini diandalkan menjadi sarana pengerukan sampah yang efektif mengangkat sampah-sampah yang menumpuk dibawah jembatan Kesambi 1 dan 2 karena memiliki lengan yang panjang sehingga mampu meraih sampah hingga di posisi yang jauh.

Namun keberadaannya ditempat tersebut masih belum berdaya masimal. Hal ini akibat sempitnya akses jalan di sekitaran Sungai Piji desa Kesambi, Kecamatan Mejobo membuat proses pengerukan sampah yang ada tidak bisa tuntas.

TRENDING :  Jalan Sepanjang 500 Meter TMMD Diresmikan

Bahkan hingga hari terakhir peminjaman bantuan Ekskavator Long Arm oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali Juwana, Kamis (07/11/2019). Tumpukan sampah masih nampak menggunung di sisi timur dan barat air badan air Sungai Piji.

Camat Mejobo, Harso Widodo, saat dikonfirmasi mengakui jika kegiatan pengerukan sampah selama tiga hari ini belum bisa berjalan dengan efektif. Karena, usulan pihaknya untuk menjebol sebagian tanggul di sebelah barat jembatan, ditolak oleh BBWS. Dengan alasan mempertahankan aset dan antisipasi jika terjadi bencana banjir dalam waktu dekat.

TRENDING :  Rehabilitasi SD Dan SMP Di Kudus Telan Rp 12 M
Excavator Long Arms milik BBWS Pamali Juana yang kurang bisa bergerak maksimal akibat sempitnya akses jalan (Foto: YM)

Penolakan ini mengakibatkan, proses pengerukan hanya dilakukan dari satu sisi, yakni sisi bagian barat. Sementara sampah di sisi timur dikeruk secara manual dengan tenaga manusia.

“Sampah di pintu air Kauman, direkuk secara manual. Lalu dibuang ke sisi barat untuk diangkat dengan menggunakan Ekskavator Long Arm,” terangnya.

Meski hasilnya tidak dapat menuntaskan persoalan sampah yang ada, Harso menegaskan pihaknya telah berusaha memaksimalkan kegiatan pengerukan yang ada. Dengan progres penuntasan sampah di Jembatan 2 Sungai Piji mencapai paling tidak 90 persen.

TRENDING :  HUT 72 Koperasi di Kudus : Ciptakan Inovasi dan Dimensi Baru dalam Perkoperasian

“Ini hari terakhir kita maksimalkan. Jika masih ada sisa sampah hanya sedikit,” ujarnya.

Di sisi lain, saat ini Harso terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait guna mencari solusi penuntasan penanganan sampah ini. Usulan permohonan peminajaman kembali ekskavator long arm, jika dimungkinkan akan kembali dilayankan pihaknya ke BBWS.

“Ekskavator long arm ini alatnya terbatas dan sedang dibutuhkan di banyak tempat. Untuk usulan lagi, nanti kita koordinasikan dulu,” pungkas dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :