Tiga Srikandi PPYUR Selamatkan Kudus Pada Musabaqoh Qiroatil Kutub Tingkat Jateng

oleh -670 Dilihat

Kudus, isknews.com – Kontingen Kudus yang terdiri dari 34 santri putra dan putri beserta official dan pendamping yang berjumlah 10 orang turut menyemarakkan acara lomba baca kitab atau Musabaqoh Qiraatul Kutb (MQK) tingkat Jawa Tengah yang telah selesai dilaksanakan pada tanggal 28 sampai 30 Nopember 2016 lalu di Pondok Pesantren Ma’hadul Tholabag, Duku Babakan jatimulyo Lebaksiu Tegal.

34 santri pondok pesantren tersebut diantaranya berasal dari Pondok Qudsiyyah, Muhammadiyah, darul Falah Jekulo, darul ulum ngembal, Muallimat, yanabiul ulum warahmah banat, Al hidayah getassrabi, almaimuniyyah kota.

Kharis, pendamping santri dari Ma’had Qudsiyyah saat dihubungi isknews.com menjelaskan bahwa Beberapa cabang lomba yang diikuti oleh kontingen Kudus antara lain lomba membaca kitab sulamut Taufiq, Kholsoh Nurul Yaqin, ta’lim muta’alim, al jurumiyah, al waraqat untuk tingkat ula, membaca kitab fathul Qorib,Imriti,tafsir jalaalain untuk tingkat wustha dan kitab Ibn Aqil, Ihya Ulumuddin, Fathul mu’in,Ibnu Hsyam, dan debat bahasa Arab untuk santri tingkat Ulya.

Sementara itu. M. Fauzul Hakim, Guru MA NU Banat Kudus, mengatakan “Tiga Srikandi dari PPYUR (Pondok Pesantren Yanaabiul Ulum Warrahmah) MA NU BANAT Kudus diajang MQK (Musabaqoh Qiroatil Kutub) berhasil menyelamatkan kabupaten Kudus dari kekosongan juara pada tahun ini, mereka adalah Nidaul Jannah juara ke dua NAHWU tingkat Wushtho, Henny juara ke tiga Tarikh tingkat Wustho, dan terakhir Silvi juara ke tiga Hadits tingkat wushtho.”ujarnya

Pihaknya menambahkan, Dari sekian banyaknya pondok pesantren yang mengikuti ajang Musabaqoh Qiraatul Kutub (MQK) tersebut, sebagai Juara 1 Umum diraih oleh P.P. Raudlatul Ulum, Juara 2 Umum diraih oleh P.P. dari  Rembang dan Juara 3 Umum diraih oleh P.P. dari Jepara.

“Semoga diacara MQK 3 tahun selanjutnya wakil Kudus bisa mendapat Juara dan tahun ini sebagi pembelajaran bersama untuk meningkatkan bimbingan dan pelatihan lebih intensif”ujar ustadz Fauzul Hakim serius. (AS)

KOMENTAR SEDULUR ISK :