Tim PKM UMKU Latih Warga Singorojo Buat Kueh Tasima, Produk Camilan Sehat dan Ekonomis

oleh -199 Dilihat
Platihan : Seorang dosen dari Tim PKM UMKU sedang mengajarkan pelatihan pembuatan kueh Nasima keada warga (Foto: istimewa/UMKU)

Jepara, isknews.com – Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menggelar pelatihan pembuatan kueh Talam Singkong Manis (Tasima) bagi warga Desa Singorojo, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, sebagai upaya meningkatkan nilai tambah pangan lokal sekaligus mendorong peluang usaha masyarakat.

Pelatihan yang dikemas dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) itu juga dibarengi edukasi pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) guna mencegah kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu. Kegiatan berlangsung di Masjid At Taqwa Singorojo pada 16 Januari dan 6 Februari 2026.

Program tersebut merupakan bagian dari Hibah Riset Muhammadiyah Batch IX Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tahun 2025/2026.

Anggota tim PKM UMKU, Zaenal Fanani, mengatakan pelatihan ini lahir dari potensi besar singkong di Desa Singorojo yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal menjadi produk bernilai ekonomi.

“Kami melihat singkong di Desa Singorojo sangat melimpah, namun selama ini belum diolah secara optimal. Melalui pelatihan ini, kami ingin masyarakat khususnya ibu-ibu memiliki keterampilan mengembangkan produk pangan bergizi sekaligus membuka peluang usaha baru bagi keluarga,” ujar dosen Prodi Farmasi ini, Jumat (6/2/2026).

Zaenal menjelaskan, Talam Singkong Manis merupakan olahan pangan berbasis singkong yang dipadukan dengan bahan tambahan bernutrisi sehingga menghasilkan makanan ringan bercita rasa manis dengan kandungan energi lebih tinggi.

Tim PKM UMKU bersama ibu-ibu pelatihan pembuatan kueh Talam Singkong Manis (Tasima) bagi warga Desa Singorojo, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara (Foto: istimewa/UMKU)

Produk ini dirancang sebagai alternatif pangan lokal yang mudah dibuat, disukai berbagai kalangan, dan memiliki nilai jual ekonomis.

Menurutnya, Tasima juga berpotensi dikembangkan sebagai produk usaha rumahan karena bahan bakunya murah, proses pembuatannya sederhana, dan pasarnya cukup luas. Dengan inovasi rasa serta kemasan menarik, produk tersebut dinilai mampu menjadi sumber tambahan pendapatan bagi keluarga.

Sebanyak 30 ibu-ibu yang tergabung dalam Ranting Aisyiyah Singorojo mengikuti pelatihan tersebut dengan antusias. Mereka mendapat praktik langsung mulai dari pengolahan bahan baku hingga teknik penyajian produk.

Selain keterampilan produksi, peserta juga mendapatkan edukasi kesehatan melalui pengukuran LiLA sebagai langkah deteksi dini risiko KEK pada ibu.

Tim PKM UMKU yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Zaenal Fanani, Septiani, dan Irawati Indrianingrum, serta didampingi mahasiswa Hesfia Putri Rahmandhani dan Isvi Erwanda Syafianingrum yang merupakan dosen Prodi Gizi dan Kebidanan.

Zaenal berharap program tersebut mampu memantik semangat kewirausahaan warga sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat berbasis potensi lokal desa.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya sehat, tetapi juga mampu mandiri secara ekonomi melalui pemanfaatan sumber daya yang ada di lingkungannya,” pungkasnya. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.