Sulistyo Utomo : PKM di Kudus Relatif Baik, Pemberlakuan Jangan Tebang Pilih

oleh -278 kali dibaca
Wakil Ketua DPRD Kudus, Sulistyo Utomo (foto: YM)

Kudus, isknews.com -Wakil Ketua DPRD Kudus, Sulistyo Utomo saat diminta tanggapannya terkait tingkat kepatuhan masyarakat Kabupaten Kudus soal penerapan protokol kesehatan (Prokes), Sesuai Surat Edaran (SE) Bupati Kudus No.800/024/26.00/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) guna antisipasi peningkatan covid-19, dinilainya sudah mengalami peningkatan.

Terbukti selama lima hari pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), sudah tidak banyak masyarakat yang berkerumun. Diterangkannya, sejumlah perusahaan di Kudus dalam tinjauannya juga sudah menerapkan prokes maupun PPKM dengan baik. Seperti pabrik rokok Nojorono, Sukun dan PT Pura Group Kudus serta PR Djarum.

Menurutnya di lingkungan gedung DPRD Kudus, tempatnya berkantor juga telah menerapkan Work From Home (WFH) sebanyak 75 persen.

”Sebanyak 25 persen pegawai dari total jumalh karyawan dan pegawai bekerja dari kantor,” tandas politisi dari Partai Gerindra ini.

Kendati demikian, Sulis berharap pemberlakuan PKM di Kudus tidak tebang pilih, artinya semua wajib melaksanakan instruksi mendagri maupun SE Gubernur Jateng dan Bupati Kudus. Kalau pun ada minimarket yang mendapat tambahan jam operasional, PKL juga harus diberlakukan sama.

”Rata-rata PKL bukanya mulai pukul 16.00 WIB, sesuai instruksi tutup jam 21.00 WIB. Jadi, dari mulai pukul 19.00 jangan ditutup, tapi diarahkan untuk membawa pulang,” ujarnya.

Demikian halnya harus ada ketegasan spot-spot PKL. “Jangan yang sebelah sini dilarang berdagang tapi di spot yang lain dibiarkan, sehingga timbul perasaan iri dari para pedagang yang merasa diharuskan menutup lapaknya lebih awal,” terang dia.

Begitupun halnya dengan instansi pemerintah, semestinya juga diberlakukan work from home (WFH) bagi pegawainya. “Saya dengar dilingkungan instansi pemerintah tidak diberlakukan WFH, ini saya akan klarifikasi pada Plt Bupati,” kata dia.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kabupaten Kudus, Djati Solechah mengatakan, secara umum kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan Surat Edaran (SE) Bupati Kudus soal PPKM sudah bagus. Tepat pukul 19.00, mulai minimarket, supermarket hingga swalayan sudah tutup.

Patroli pelaksanaan PKM di wilayah Kecamatan Kota dipimpin oleh Sekretaris Kecamatan Kota Sancaka Dwi Supani (Foto: istimewa)

”Untuk PKL (Pedagang Kaki Lima), mulai pukul 19.00 sebagian besar melayani pesan antar atau mempersilahkan pelanggan untuk membawa pulang,” ujarnya.

Disinggung soal pelanggaran, Djati mengakui selama lima hari ini menggelar operasi pemberlakuan PKM di Kudus, ada 8 tempat usaha cafe dan resto di Kota Kretek yang mendapat sanksi administratif. Masing-masing diminta membayar denda sebesar Rp 200 ribu, sesuai Perbup Nomor 41 Tahun 2020.

”Ada juga yang kami tutup paksa, karena tidak mengindahkan SE Bupati Kudus,” tandasnya.

Sementara untuk hasil operasi penegakan hukum prokes Perbup Kudus Nomo 41 Tahun 2020, lanjut Djati, periode 26 Agustus 2020-15 Januari 2021, masyarakat yang mendapat sanksi sosial sebanyak 16.851 orang. Sedangkan yang mendapat denda administratif sebanyak 2.025 orang, dengan total pembayaran Rp 101.250 juta.

Selain itu, untuk pelaku usaha mikro di Kudus yang mendapat sanksi denda administrasi sebanyak 50 orang, dengan total pembayaran Rp 10.000 juta. Kemudian pelaku usaha kecil terdapat satu tempat usaha yang melanggar dan membayar denda sebesar Rp 400 ribu.

”Jadi, total denda administrasi yang telah terkumpul sampai saat ini sebanyak Rp 111,650 juta,”paparnya.

Dilapangan, seperti di wilayah Kecamatan Kota siang tadi, dari pantauan media ini juga telah dilakukan patrol pelaksanaan PKM. Dipimpin oleh Sekretaris Kecamatan Kota Sancaka Dwi Supani dan Kanit Reskrim Sek Kudus Iptu Hadi Noor Cahyo, mereka melakukan kegiatan pemantauan dan himbauan penerapan prokes di sejumlah lokasi diantaranya yakni  Pengunjung Pasar Kliwon, sejumlah warung makan dan café kopi.

“Alhamdulillah penerapan protocol kesehatan di wilayah pantauan wilayah kami berjalan dengan baik,” ujar Sancaka D Supani, Jumat (15/01/2021). (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.