Kudus, isknews.com – Peristiwa nahas menimpa seorang anak perempuan di Kabupaten Kudus.
Kurangnya pengawasan saat bermain di area berisiko kembali memakan korban, setelah seorang bocah berusia 10 tahun ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di embung desa.
Seorang anak perempuan berinisial NNK (10), warga Dukuh Asem Doyong RT 8 RW 3, Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dilaporkan tenggelam di Embung Plumbungan Gondoharum pada Minggu (25/1/2026) pagi.
Kapolsek Jekulo AKP Danail Arifin membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, peristiwa tragis itu terjadi saat korban bermain bersama tiga temannya di sekitar embung sekitar pukul 07.00 WIB.
“Pada hari ini terdapat kejadian anak kecil tenggelam di Embung Plumbungan Gondoharum,” kata AKP Danail Arifin, Minggu (25/1/2026).
Ia menjelaskan, awalnya korban melihat ikan di dalam embung dan berniat mengambilnya. NNK kemudian turun melalui tangga yang berada di pinggir embung.
Namun naas, kondisi tangga yang licin membuat korban terpeleset dan jatuh ke dalam embung dengan kedalaman sekitar dua hingga lima meter.
“Korban terpeleset hingga terjatuh ke embung. Karena korban tidak bisa berenang, lalu tenggelam,” ungkapnya.
Mengetahui kejadian tersebut, ketiga teman korban langsung berlari menuju permukiman warga untuk meminta pertolongan.
Informasi itu kemudian diteruskan kepada pemerintah desa yang selanjutnya menghubungi BPBD, Polsek Jekulo, relawan, serta Basarnas untuk melakukan pencarian.
Tim gabungan menerima laporan sekitar pukul 09.00 WIB dan segera menuju lokasi kejadian.
Proses pencarian dilakukan dengan menyisir area embung menggunakan perahu.
Sekitar pukul 09.53 WIB, korban berhasil ditemukan tidak jauh dari tangga tempat korban terjatuh.
Namun, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.
“Proses pencarian tidak menemui kendala berarti, korban ditemukan sesuai arahan para saksi. Namun saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal,” jelas Kapolsek.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Jekulo untuk dilakukan pemeriksaan.
Setelah proses selesai, korban diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka.
Atas kejadian tersebut, AKP Danail Arifin mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain, terutama di area rawan kecelakaan seperti embung atau perairan terbuka.
“Orang tua agar lebih memperhatikan dan mengawasi anaknya. Jangan sampai bermain di embung atau tempat rawan kecelakaan, apalagi saat ini hujan deras masih mengguyur dan debit air bertambah,” pungkasnya. (YM/YM)









