UMK Dampingi Warga, Kelola Kawasan Wisata Bendungan Grawan Rembang

oleh

Kudus, isknews.com – Penataan pariwisata Bendungan Grawan yang terletak di desa Grawan kecamatan Sumber atau sekitar 15 Km dari wilayah kota Rembang. Selain di proyeksikan sebagai penyedia kebutuhan air baku, irigasi juga penataan memiliki potensi wisata yang tinggi.

Universitas Muria Kudus (UMK) yang didukung penuh oleh Direktorat Jendral Penguatan Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi akan melaksanakan pengabdian masyarakat berupa penataan kawasan wisata di wilayah Desa Grawan.

Tim Pengabdian UMK yang melibatkan mahasiswa memebrikan pelatihan kepada kelompok sadar wisata Desa Grawan beberapa waktu lalu (Foto: istimewa)

Menurut sekretaris Tim Pengabdian UMK Edris Zamroni, melalui Humas Agus Sulistiyanto kepada media ini menyampaikan, ide kegiatan pendampingan muncul saat adanya informasi dari mahasiswa yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa tersebut pada 2018.

TRENDING :  Buruh Pati Kecewa Dengan Kenaikan 11 Persen UMK

“Potensi Bendungan Grawan menarik untuk dikembangkan sebagai obyek wisata. Baik menjadi wisata air, even ataupun insidental. Kami lakukan pendampingan tiga tahun, setiap tahun fokusnya berbeda,” ujar Agus, Kamis (19/09/2019).

Pihak UMK bersepakat untuk melakukan pendampingan guna meningkatkan potensi kelompok sadar wisata desa setempat agar bisa mengelola kawasan wisata dengan lebih baik.

“Karena potensi untuk peningkatan kesejahteraan msyarakat sekitar dari wisata bendungan cukup besar. Tergantung bagaimana kita bisa mengelolanya dengan baik,” terangnya.

Untuk tahun pertama, pihaknya fokus kepada keterampilan kepariwisataan dan pengembangan lokasi. Tahun kedua fokus kepada pengembangan unit usaha lanjutan, dan tahun ketiga fokus kepada pengembangan akses lokasi.

TRENDING :  Tingkatkan Kualitas SDM, Pemkab Jalin Kerjasama Dengan UMK

”Kami lakukan bertahap agar lebih fokus, karena kendala pasti akan muncul,” jelasnya.

Tahun pertama, pihaknya fokus pemberian pelatihan kepariwisataan kepada kelompok sadar wisata yang sudah terbentuk sebelumnya.

Tujuannya tak lain agar mengetahui dasar-dasar dalam kepariwisataan. Pelatihan yang dilakukan antara lain pelatihan sebagai pemandu wisata, pelatihan promosi wisata, pelatihan wisata event dan pengelolaan keekonomian objek wisata.

”Ketika sudah terlatih, diharapkan pengelolaan wisata bisa lebih profesional yang tentunya berujung kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

TRENDING :  Satlantas Polres Kudus Unit Dikyasa Goes to Campus UMK

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan pelatihan untuk pembuatan oleh-oleh, mulai dari cinderamata dan makanan. Karena dari oleh-oleh itulah yang menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut Agus juga menjelaskan Kepala Desa Grawan, Saji mengapresiasi atas pendampingan dari tim pengabdian masyarakat UMK.

“Dia berharap pendampingan dilakukan sampai akhir, yakni sampai benar-benar siap dan mandiri dalam mengelola potensi wisata tersebut. Karena untuk menjadi kelompok sadar wisata yang baik, tidak hanya dibutuhkan pelatihan saja, namun yang penting adalah pendampingannya.,” tandas Agus. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :