Blora, isknews.com (Lintas Blora) – Keinginan pemkab Blora untuk membangun akses jalan penghubung Blora-Ngawi melalui kawasan hutan Randublatung-Getas tembus Banjarejo-Pitu terus dilakukan. Selain menganggarkan anggaran perbaikan dari Blora-Randublatung-Getas hingga perbatasan Banjarejo (masuk Ngawi), Pemkab Blora juga berkeinginan duduk bersama dengan Pemkab Ngawi agar pembangunan bisa dilaksanakan dari kedua wilayah.
Pekan lalu usai menghadiri sosialisasi Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) di Kampus Lapangan Fakultas Kehutanan UGM, Desa Getas Kecamatan Kradenan, Wabup Arief Rohman sempat melakukan pengecekan jalan hutan Ngawi melalui Getas-Banjarejo Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi.
Kondisi jalan secara umum dari Randublatung menuju Getas masih rusak mulai hutan Beran hingga masuk kawasan hutan KPH Ngawi. Namun mendekati Desa Getas hingga perbatasan wilayah Kabupaten Ngawi kondisinya masih bagus, hasil pembangunan tahun 2016 kemarin.
Menurutnya setelah melewati jalan tembus yang kondisinya rusak itu, kedepan pihaknya akan menghubungi Pemkab Ngawi untuk berkoordinasi. Pasalnya jika hanya Pemkab Blora yang melaksanakan pembangunan saja, maka akses tersebut tidak akan tersambung dengan Ngawi. Kedua belah pemerintah daerah harus sama-sama menganggarkan dana untuk membangun jalan.
“Sudah beberapa kali saya menghubungi Wakil Bupati Ngawi agar bisa bertemu dan rembugan. Namun belum menemukan waktu yang pas, karena kesibukan masing-masing. Kedepan akan terus kita usahakan,” lanjutnya.
Tidak hanya dengan Pemkab Ngawi saja, menurutnya pembangunan jalan tembus Blora-Ngawi itu juga perlu dikomunikasikan dengan Perhutani KPH Ngawi. Pasalnya jalan Randublatung-Getas-Banjarejo melintasi kawasan hutan Perhutani KPH Ngawi yang setiap harinya digunakan sebagai jalur mengangkut hasil hutan.(**)






