Visitasi Abdidaya 2025: UMK Pamerkan Smart Aqua Farming Sebagai Model Perikanan Cerdas

oleh -421 Dilihat
Reviewer bersama jajaran pimpinan UMK, dosen pendamping, pemerintah Desa Ngemplak, serta para peternak sebagai mitra program UKMF Mathematics Computer Club (MCC) UMK. (Foto: Istimewa)

Kudus, isknews.com – Universitas Muria Kudus (UMK) kembali menegaskan posisinya sebagai kampus inovatif di tingkat nasional. Dalam rangkaian penilaian Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Abdidaya 2025, tim reviewer nasional melakukan visitasi ke Desa Ngemplak untuk meninjau implementasi program unggulan UKMF Mathematics Computer Club (MCC) UMK bertajuk “Transformasi Smart Aqua Farming untuk Mewujudkan Swasembada Ikan dan Kemandirian Peternak.”

Kehadiran reviewer disambut jajaran pimpinan UMK, dosen pendamping, pemerintah Desa Ngemplak, serta para peternak sebagai mitra program. Visitasi ini menjadi momentum strategis bagi UMK untuk menunjukkan bagaimana teknologi dan pemberdayaan masyarakat dapat bersinergi mendorong kemajuan sektor perikanan desa.

Dalam peninjauan lapangan, reviewer melihat langsung sejumlah inovasi MCC, mulai dari pelet enceng gondok, mesin pakan enceng gondok, keramba jaring tanam tahan banjir, hingga berbagai modul dan artikel ilmiah yang telah dipublikasikan. Teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus menekan risiko kematian ikan.

Pada sesi diskusi, reviewer memberi apresiasi atas kedalaman konsep dan konsistensi implementasi program. Mereka menilai kekuatan program ini terletak pada pendekatan komprehensif yang tidak hanya berfokus pada inovasi alat, tetapi juga mencakup pemberdayaan sosial-ekonomi, seperti pelatihan manajemen budidaya, literasi digital, pencatatan keuangan usaha, hingga penguatan kelembagaan kelompok peternak.

Antusiasme tinggi juga ditunjukkan para peternak setempat. Mereka menilai teknologi Smart Aqua Farming membawa perubahan signifikan dalam praktik budidaya, mulai dari penyediaan data akurat, pengurangan pemborosan pakan, hingga peningkatan produktivitas tambak. Inovasi mahasiswa UMK dinilai mudah dipahami dan sangat relevan dengan kebutuhan peternak desa.

Rektor UMK menyampaikan rasa bangganya atas visitasi tersebut. “Program ini menunjukkan bahwa mahasiswa UMK tidak hanya belajar teori, tetapi mampu menghadirkan teknologi tepat guna yang memberikan solusi nyata di masyarakat. Kehadiran reviewer nasional menjadi bukti bahwa UMK siap bersaing di kancah inovasi nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PPK Ormawa UKMF MCC UMK menegaskan komitmen tim untuk terus melakukan pengembangan, seperti penyempurnaan sistem IoT, optimalisasi algoritma monitoring, serta perluasan kemitraan desa. Mereka memastikan keberlanjutan program meskipun pendanaan Abdidaya kelak telah berakhir.

Visitasi Abdidaya 2025 ini tidak sekadar proses penilaian, tetapi juga bentuk kepercayaan nasional terhadap potensi inovasi daerah. Dengan integrasi teknologi dan pemberdayaan masyarakat, Desa Ngemplak berpeluang menjadi model perikanan cerdas berbasis digital di Indonesia.

Melalui program ini, UMK kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai kampus yang melahirkan generasi inovator dan mendorong perubahan nyata bagi desa, daerah, dan Indonesia.

KOMENTAR SEDULUR ISK :