Wacana Plt Bupati Rubah Perbup Jadi Perda, Agar Warga Tertib dan Patuhi Prokes

oleh

Kudus, isknews.com – Agar masyarakat semakin tertib dalam melaksanakan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, Plt Bupati Kudus HM Hartopo berencana akan merubah Peraturan Bupati (Perbup) nomor 41 tahun 2020 menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kudus.

Menurut Hartopo, perbup tersebut yakni mengatur tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19. Jika nantinya sudah menjadi Perda, pihaknya akan menerapkan sanksi pidana bagi masyarakat yang tidak mentaati protokol kesehatan Covid-19.

“Segera nanti kalau sudah selesai, segera kita akan kirim kesana. Kita butuh cepat. Karena dengan adanya Perda ini untuk sanksi pidana mesti kita akan lebih enak,” tuturnya saat ditemui selepas kegiatan Apel kegiatan HUT Kabupaten Kudus ke-471, Rabu (23/9/2020).

Dalam Perbup nomor 41 tahun 2020, sanksi yang diberikan kepada pelanggar protokol kesehatan tidak ada sanksi berupa pidana, melainkan berupa sanksi denda administratif dan sanksi sosial menyapu jalanan. Untuk sanksi administratif perorangan didenda uang Rp 50 ribu. Sedangkan, pelaku usaha yakni denda uang mulai Rp 200 ribu hingga Rp 5 juta.

Hartopo menjelaskan, saat ini pihaknya masih mengkaji dan sudah mulai menyusun draft Perda mengenai sanksi protokol kesehatan. Menurutnya, draft Perda tersebut segera akan diselesaikan agar masyarakat semakin tertib dalam melaksanakan protokol kesehatan Covid-19.

“Ini baru dikaji, karena untuk drafnya ini sudah mulai disusun,” jelasnya.

Hartopo berharap, dengan adanya Perda yang mengatur sanksi protokol kesehatan, pihaknya menargetkan sampai akhir tahun 2020 Kudus menjadi zona hijau penyebaran Covid-19. Menurutnya, dengan Kudus zona hijau, kegiatan masyarakat akan berjalan normal seperti sedia kala.

“Saya harap pandemi ini berlalu. Tahun ini target menurun menjadi zona hijau,” tuturnya yang saat ini Kudus masih zona oranye penyebaran Covid-19.

Rompi yang akan dikenakan kepada para pelanggar protokol kesehata covid-19 saat terima sangsi sosial berupa menyapu (Foto: YM)

Selain itu, saat Kudus menjadi zona hijau, pembangunan infrastruktur yang nantinya akan dilakukan pada tahun 2021 juga dapat berjalan lancar.

Dikatakan Hartopo, pandemi Covid-19 memang efeknya luar biasa pada masyarakat. Terutama pada dampak ekonomi. Menurutnya dengan dampak ekonomi yang terjadi, banyak muncul permasalahan sosial di masyarakat.

“Ini semua prihatin. Semua terbatas karena pandemi. Masyarakat terdampak terutama masalah ekonomi. Efeknya timbulah permasalahan sosial, kriminalitas dan lain-lain,” terangnya.

Sementara itu dalam perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus per 24 September 2020, jumlah kasus dalam wilayah yakni 1.440 kasus. Terdiri dari masih dirawat 43 orang, isolasi mandiri 121 orang, dirujuk dua orang, sembuh 1082 orang dan meninggal 192 orang

KOMENTAR SEDULUR ISK :