Warga Jati Kulon, Semangat Semprot Mandiri Jalan Kampung, Protokol dan Fasum Dengan Desinfektan

oleh

Kudus, isknews.com – Tak hanya jalan lingkungan saja, sejumlah fasilitas umum dan fasilitas ibadah serta sekolah juga dilakukan penyemprotan oleh relawan dari warga Desa Jati Kulon, Jati, Kudus.

Hari ini, sejumlah Desa dan Kelurahan di Kudus dalam upaya mencegah berkembangnya Covid 19 mulai tergerak untuk melakukan aksi penyemprotan mandiri. Begitu pula dengan Desa Jati Kulon, dibawah pimpinan Kepala Desa Hery Supriyanto.

Sebuah mobil bak terbuka yang didesain untuk penyemprotan desinfektan jalan umum dan jalan lingkungan (foto: YM)

Di hari Jumat bersih ini warga dan karang taruna desa tersebut menggelar penyemprotan cairan desinfektan pada sejumlah sudut tempat di wilayah desa demi upaya menangkal covid 19 agar tidak merebak di desanya.

Sejak hari sebelumnya semua warga sudah mendapatkan pemberitahuan jika hari itu akan dilakukan aksi penyemprotan. Sehingga seluruh warga siap-siap mengungsikan makanannya atau barang-barang supaya tidak ikut tersemprot.

TRENDING :  Kapolres Kudus Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Patuh-Candi 2019

Sambil berjalan tim petugas yang menggunakan mobil semprot, mulai berkeliling menyusuri jalan kampung dan jalan protokol yang membelah desa itu. Sementara orator menyosialisasikan upaya penanggulangan covid 19 dengan menggunakan corong speaker yang ada di Mobil bak terbuka tersebut.

Kepala Puskesmas Jati Achmad Muchammad, Camat Jati Andreas, Kades Jati Kulon Hery Supriyanto serta aktifis pemuda Ucil saat menyaksikan proses penyemprotan di lingkungan Desa Jati Kulon (Foto: YM)

Hery yang ditemui disela-sela kegiatan penyemprotan menyampaikan, selain penyemprotan, dirinya juga melakukan kegiatan sosialisasi dengan memberikan pengertian kepada warga yang sekaligus juga mengikhtiarkan agar lingkungan Desa bisa steril dari penyebaran virus itu.

“Kami juga menginstruksikan kepada ketua RT jika ada warganya yang baru pulang dari luar kota, terutama yang berasal dari kota-kota yang masuk dalam kategori zona merah untuk segera melaporkan kepada pemerintah desa, kemudianakan kita tindaklanjuti ke  Puskesmas, sehingga langsung bisa di adakan pemantauan dan upaya isolasi mandiri selama 14 hari,” ujarnya.

TRENDING :  Puluhan Karyawan Antusias Ikuti Donor Darah di RS Mardirahayu Kudus
Penyemprotan disebuah sekolah dasr (Foto: YM)

Menurut hery kegiatan yang didanai oleh anggaran desa ini melakukan penyemprotan pada 29 RT di 6 RW, dengan prioritas mulai jalan protocol, Masjid, Musala, Sekolah dan pos kamling.

“Kami menyiapkan cairan desinfektan yang kami tampung pada galon besar sebanyak empat gallon yang masing-masing berisi 250 liter, sedangkan hand spryer kami siapkan sejumlah 16 tabung dengan target penyemprotan di 5 Sekolah dasar, 2 Madrasah dan TK, 5 Masjid, 15 Musala dan seluruh poskamling di 29 RT,” terang dia.

Sementara itu Camat Jati Andreas yang hadir bersama kepala Puskesmas Jati, Achmad Muchammad, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh para kades di 14 Desa di wilayahnya.

TRENDING :  Ditunjuk Dinkes Provinsi Bila Ada Pasien Corona Virus, RSUD Loekmono Hadi Siapkan Satu Ruang Isolasi

“Saya senang karena mereka secara sadar melakukan penyemprotan ini dengan anggaran desa, bahkan ada disebuah desa yang RT-RT nya juga melakukan kegiatan ini dengan anggaran swadaya mereka,” ujar Andreas.

Achmad Muchammad, kepala Puskesmas yang juga leading sector Gugus Tugas Covid 19 Kecamatan Jati, mengaku senang melihat inisiatif warga yang bergerak sendiri untuk upaya pencegahan penyebaran virus yang kini jadi pandemi dunia.

“Kegiatan melakukan aksi semprot oleh warga ini merupakan inisiatif yang bagus, sehingga paling tidak mengurangi sedikit resiko penyebaran virus corona yang makin meluas. Pokoknya kita lakukan apapun agar virus itu bisa kita tanggulangi,’’ kata Achmad Muchammad.

Menurutnya di wilayah Kecamatan Jati Hingga kini belum ada yang dinyatakan PDP.

“Kemarin sudah ada 1 orang namun sudah dinyatakan sembuh dan negatif covid 19,” kata dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :