Warga Sedulur Sikep Kecewa Pelayanan Kasar Petugas Puskesmas Undaan

oleh

Kudus, isknews.com – Kembali keramahan dan keluwesan petugas Puskesmas dalam menghadapi pasien-pasien mereka, perlu di perbaiki dan ditingkatkan. Padahal belum lama Plt Bupati Kudus sempat mengumpulkan para Kepala Puskesmas se Kudus, dengan pesan khusus untuk memperbaiki kualitas pelayanan termasuk keramahtamahan seorang petugas Puskesmas. “Anggap itu sebagai Ibadah,” pesannya dihadapan para kepala Puskesmas saat dikumpulkan di RSUD Loekmono Hadi Kudus.

Pelayanan yang dianggap mengecewakan ini menimpa seorang pemuda warga RT 02 RW IV Desa Larikrejo, Undaan mengaku kecewa dengan pelayanan UPT Puskesmas Undaan di Desa Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kudus.

Riyandi yang kebetulan adalah warga sedulur sikep mengaku mendapat perlakuan diskriminatif saat memeriksakan anaknya berobat di Puskesmas tersebut. Dia mengaku kecewa dengan pelayanan dari Puskesmas saat hendak memeriksakan putrinya Aji Pitaya Pramudita (2) pada sekitar pukul 17.15, Kamis (19/12/2019).

UPT Puskesmas Undaan (foto: istimewa)

Kepada sejumlah awak media yang menemuinya, Riyandi menceritakan pengalaman buruknya diperlakukan kurang nyaman oleh petugas Puskesmas.

“Anak saya kan menderita sakit diare selama 3 hari dan sudah di periksakan ke Bidan dan Dokter anak. Karena kondisinya tidak kunjung membaik, Saya membawa anak saya ke Puskesmas Undaan Kidul,” terangnya dihadapan sejumlah awak media.

Menurutnya, dalam kondisi keluarga yang khawatir dengan kondisi anak balitanya yang sedang sakit, justru petugas yang melayani bersikap kurang baik. Karena keluarga Faiz belum mempunyai KK dan putrinya Aji Pitaya Pramudita belum mempunyai Akte, pihak Puskesmas menyarankan Pasien di bawa Ke RSUD saja, karena sama-sama mengeluarkan biaya.

“Kalau tidak punya KK dan BPJS, harus mandiri, membayar sendiri dan kalau sama-sama bayar sendiri lebih baik kamu bawa saja ke RSUD,” Cerita Riyandi menirukan perkataan petugas Puskesmas Undaan.

Kejadian itu menurutnya berawal saat petugas puskesmas suah tiga kali gagal memasukkan jarum infus ke tubuh putrinya itu, pihak Puskesmas meminta keluarganya membawanya ke rumah sakit, tambahnya.

“Bahkan sempat terlontar kalimat yang cukup kasar, saat saya mengaku tidak mempunyai kelengkapan administrasi kependudukan. Kamu itu orang apa ? Tidak punya KK,” Ujarnya.

Fais Riyandi warga sedulur Sikep yang merasa dikecewakan pelayanan kasar petugas Puskesmas Undaan saat diwawancarai sejumlah awak media (Foto: YM)

Padahal menurut pengakuan Riyandi, dirinya dan sejumlah rekannya di komunitas Sedulur Sikep yang tidak memeluk agama Islam tapi penghayat Kepercayaan itu memang sedang menunggu realisasi janji pemkab Kudus melalui Dinas Dukcapil yang sedang memproses administrasi kependudukan bagi anggota Sedulur Sikep termasuk Kartu Keluarga dan KTP.

Atas perlakuan tersebut, dia mengaku, kecewa, termasuk dengan sikap petugas Puskesmas yang dianggap melukai perasaan.

Kini putri Riyandi sudah dirawat di RSUD Loekmono Hadi Kudus, dengan sepeda motor dirinya malam itu melarikan anaknya ke IGD Rumah Sakit ini.

“Kini anak saya sudah dierawat dengan baik disini, dan sudah ada perbaikan sudah tidak lagi diare, saya memang meminta di tempatkan dikelas 1 atas beaya sendiri, karena memang tak memiliki BPJS,” terangnya saat ditemui awak media di RSUD Loekmono Hadi, Jumat (20/12/2019).

Terpisah Edi Kusworo, Kepala Puskesmas Undaan Kidul menyatakan bahwa hal itu bisa jadi karena salah paham dan penafsiran kata-kata dari petugas.

Karena, dalam posisi demikian, biasanya pasien atau keluarganya sering panik dan susah mengontrol emosi. Tentu hal ini bisa mempengaruhi psikologis petugas.

”Kami melihatnya ini ada salah paham. Maklum sama-sama panik. Tapi kami sudah melakukan tindakan pertolongan pertama. Namun gagal. Oleh sebab itu kami sarankan dirujuk ke RSUD saja,” kata Edi. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :