Wartawan Profesional Harus Taati Kode Etik Jurnalistik

oleh
Ketua Komisi Pendidikan Dewan Pers, Hendry Ch Bangun saat memberikan sambutan kegiatan UKW di Aula lantai 2 Hotel Gets Semarang (Rendy/ISKNEWS.COM)

LINTAS REMBANG, ISKNEWS.COM – Sebagai wartawan dituntut harus selalu tunduk dan taat kepada Kode Etik Jurnalistik, dan pers bukanlah pihak yang tanpa kesalahan. Berdasarkan data yang ada menunjukan bahwa pada suatu saat pers ada kalanya melakukan kesalahan atau kekhilafan sehingga melanggar Kode Etik Jurnalistik, oleh sebab itu Pers dianjurkan untuk mengukuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Ketua Komisi Pendidikan Dewan Pers, Hendry Ch Bangun saat memberikan materi tentang Standar Kompetensi Wartawan dalam kegiatan UKW yang digelar oleh PT. Semen Gresik Kabupaten Rembang di Aula lantai 2 Hotel Gets Semarang belum lama ini mengatakan, standar kopetensi wartawan sudah ditetapkan melalui peraruran dewan pers. Dan terdapat empat lembaga yang melakukan uji kompetensi wartawan.

“Standar UKW ditetapkan memalui peraturan dewan pers No. 1/Peraturan-Dp/II/2010 tanggal 2 Febuari 2010. Untuk saat ini ada 27 lembaga uji wartawan meski hanya sedikit yang aktif melakukan UKW,” terangnya.

TRENDING :  Pupuk Kebhinekaan, Siswa Siswi TK KB SD Kanisius Kudus, Peringati Tahun Baru Imlek 2568

Lebih lanjut Hendry menjelaskan, untuk menulis berita ada beberapa pasal yang mengaturnya. Dari yang mengatur tentang keberimbangan berita hingga menyembunyikan identitas pelaku kejahatan.

TRENDING :  Pendidik PAUD Akan Kembali Dapatkan Kenaikan Upah di Tahun 2020

“Dalam menulis berita pasal 1 harus berimbang, independen dan akurat, pasal 3 tidak opini menghakimi, pasal 4 tidak membuat berita bohong, sadis dan cabul. Kemudian yang terakhir tidak menulis nama pelaku kejahatan dan korban susila dibawah umur,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Operasional PT Semen Gresik Gatot Madiana yang berkesempatan hadir pada kegiatan itu mengatakan, kalangan media merupakan mitra kerja yang ikut berkontribusi membantu beroperasinya pabrik Semen Indonesia (SI) di Rembang. Tujuan dari prosesnya diharapkan membantu percepatan peningkatan
kesejahteraan warga Rembang.

TRENDING :  HUT HIMPAUDI ke 12, Tenaga Pendidik PAUD Belum Disebut Guru

“Semen Gresik itu milik negara. Pabrik kita di Rembang banyak dibantu oleh media. Mari terus bersinergi karena sebuah kebanggaan tersendiri jika kita bisa berkontribusi untuk negeri ini,” ujar Gatot.

Dengan UKW yang digelar oleh PT. Semen Gresik ini, para wartawan diharapkan mampu meningkatkan kualitas berita maupun profesionalisme dalam bekerja. Selain itu juga bisa mempererat jalinan kerjasama antara BUMN dengan kalangan media. (RTW/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :