Kudus, isknews.com – Aksi pencurian kembali terjadi di Pasar Brayung, Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Seorang pedagang sembako bernama Nindariyanti (48) mengalami kerugian hingga Rp4 juta setelah warungnya dibobol maling pada Minggu siang (31/8/2025).
Nindariyanti yang didampingi saudaranya, Warsito, menuturkan bahwa pencurian di pasar tersebut bukan kali pertama terjadi. “Sering terjadi pencurian. Kamis lalu ada kelapa yang hilang, rokok juga sering. Baru kali ini sayuran. Kalau saya, yang hilang banyak, terutama kecap refill, tepung, bumbu dapur, minyak satu karton, gula merah, sambel rentengan, santan kara dan lainnya. Total sekitar Rp4 juta,” ujarnya.
Ia baru menyadari warungnya dibobol saat hendak membuka dagangan pada Senin pagi. “Kemarin buka warung masih ada gemboknya, jadi tidak sadar. Pintu ada dua. Tahunya pas masuk lihat dagangan sudah habis. Saya kira ibu saya yang beres-beres, ternyata tidak. Baru sadar kalau kemalingan,” ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Pasar Brayung, Jamasri Abu, menjelaskan bahwa aksi pencurian terekam jelas kamera CCTV. Dari rekaman, terlihat pelaku merupakan sepasang pria dan wanita. “Wajah keduanya jelas terlihat, bahkan si wanita mengenakan caping. Tapi mereka bukan orang sini, pedagang juga tidak ada yang mengenal. Kalau ketemu pasti bisa dikenali karena kelihatan jelas,” tegasnya.
Menurut Jamasri, kejadian berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB saat kondisi pasar mulai sepi. “Pasar ini ada penjaga, tapi malam. Biasanya kita koordinasi dengan pedagang untuk saling mengawasi pada jam rawan, seperti pukul 01.00–05.00. Tapi kebetulan saat Minggu siang itu lengah. Pelaku memanfaatkan celah pedagang untuk masuk,” jelasnya.
Ia menambahkan, pencurian di Pasar Brayung kerap terjadi, meski hingga kini belum pernah ada pelaku yang tertangkap. “Sudah ada sekitar 30 CCTV terpasang di pasar, semoga kejadian ini bisa segera diungkap,” pungkasnya. (AS/YM)






