Waspada Tanggul dan Parapet Sungai Wulan Saat Debit dan Curah Hujan Tinggi

oleh

Kudus, isknews.com – Hampir sepekan ini di Bulan Januari wilayah Kudus di guyur curah hujan dengan intensitas tertinggi dibandingkan sebelumnya, peningkatan frekwensi turun hujan juga akan mempengaruhi peningkatan debit air di sepanjang Sungai Wulan.

Hal ini harus diwaspadai, mengingat curah hujan hingga saat ini masih cukup tinggi. Bahkan intensitas dan curah hujan tertinggi nantinya diperkirakan pada sekitar bulan Februari tahun ini.

Debit sungai wulan saat curah hujan tinggi (Foto: YM)

Sementara kondisi tanggul Sungai Wulan hingga sekarang belum seluruhnya aman, karena masih ada beberapa titik longsoran serta parapet atau pasangan batu pada sisi tanggul yang ambrol.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) II Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Muhtarom mengatakan, di saat kondisi debit normal tidak ada persoalan. Namun ketika status siaga III atau debit air sudah mencapai sekitar 800 meter kubik (m3) per detik, maka perlu waspada tinggi karena cukup membahayakan.

TRENDING :  Kepadatan Arus Tinggi Dishub Kudus Akan Pasang Lampu Lalu Lintas Jenis ITS Di Perempatan Jember

Di perbatasan Desa Undaan Lor dan Undaan Tengah Kecamatan Undaan Kudus, masih terdapat tanggul kanan longsor sepanjang 33 meter dan lebar 5 meter. Selain itu parapet tanggul kanan dalam dekat pintu air Kencing I Dukuh Tanggulangin, Jati Wetan Kecamatan Jati, ambrol cukup
besar.

“Begitu debit air tinggi berbahaya, karena tanggul maupun parapet yang
ambrol kalau mendapat tekanan air yang kuat berpotensi jebol,” ungkapnya, Jumat (25/01/2020).

Pihaknya bersama petugas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, telah melakukan peninjauan di kedua lokasi tersebut. Namun pihak BBWS belum dapat melakukan tindakan karena kondisi alam yang belum memungkinkan. Perbaikan baru akan dilakukan jika hujan mulai reda atau berkurang sekitar April mendatang.

TRENDING :  Tidak Masuk Dalam RKPD, Pemasangan LPJU Di Jalan Menuju Obyek Wisata Colo Dan Rahtawu Ditunda

Sepanjang musim hujan mulai akhir Desember 2019 hingga akhir Januari ini, terpantau debit tertinggi Sungai Wulan terjadi pada Senin (07/01/2020) pagi mencapai 550 m3 per detik.

“Mudah- mudahan curah hujan dan debit air normal, sehingga tidak terjadi apa- apa,” katanya.

Sementara itu, Koordinator  Induk Bangunan Pengendali Banjir Wilalung Lama (BPBWL) di Kecamatan Undaan Kudus, Noor Ali menyatakan, meningkatnya debit air Sungai Wulan disebabkan tingginya curah hujan di daerah aliran sungai (DAS) Lusi dan Serang di Kabupaten Grobogan. Debit tertinggi di atas rata- rata 550 m3 per detik saat itu membuat Sungai Wulan dalam status siaga II.

Siaga (bahaya) I diberlakukan jika debit air mencapai antara 400- 500 m3 per detik, Siaga II 500- 550 m3 per detik, dan siaga III lebih dari 550 m3 per detik. “Kalau sudah siaga III, kondisinya membahayakan,” terangnya.

TRENDING :  Selalu Rusak Diterjang Banjir, Jalan Tembus Sadang - Hadiwarno Akan Dicor

Ali juga membenarkan jika saat ini masih terdapat beberapa titik tanggul kanan Sungai Wulan dalam kondisi rawan. Antara lain sebelah barat makam Desa Undaan Lor, tanggul kanan bagian luar longsor sepanjang 100 meter dengan lebar  2 meter.

Tanggul dalam pintu air Kencing II di Dukuh Tanjungkali- masuk Kecamatan Karanganyar Demak, longsor sekitar 50 meter.

Selain itu parapet di pintu air Kencing I Dukuh Tanggulangin Desa Jati Wetan Kecamatan Jati Kudus, ambrol.

“Saat ini kondisinya masih aman, namun jika debit air Sungai Wulan tinggi cukup mengkhawatirkan,” tegasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :