Wujud Kepedulian, Bupati Sam’ani Bantu Penyandang Disabilitas Lewat Program Kaki Palsu

oleh -739 Dilihat
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris didampingi Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kudus dan Kepala Bank Jateng Cabang Kudus Risdiyanto, menyerahkan bantuan kaki palsu kepada salah satu penyandang disabilitas di Kantor, Senin (13/10/2025). Program ini menjadi wujud kepedulian pemerintah daerah dalam mendukung kemandirian dan produktivitas penyandang disabilitas di Kabupaten Kudus. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Wujud nyata kepedulian terhadap penyandang disabilitas kembali ditunjukkan oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris melalui penyerahan bantuan kaki palsu kepada 27 warga difabel. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus), Senin (13/10/2025), menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan penyandang disabilitas di Kudus.

Program bantuan kaki palsu tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kudus, Bank Jateng Cabang Kudus, dan Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK). Sinergi ini menjadi bukti bahwa dukungan bagi penyandang disabilitas tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari dunia perbankan dan komunitas sosial.

Dalam sambutannya, Bupati Sam’ani Intakoris menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah kepada masyarakat difabel agar dapat beraktivitas dengan lebih mudah dan mandiri.

“Bantuan kaki palsu ini merupakan wujud kepedulian pemerintah kepada saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat, memudahkan mereka beraktivitas, dan mendorong semangat untuk tetap produktif serta mandiri dalam meningkatkan perekonomian keluarga,” ujar Bupati Sam’ani.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus, Putut Winarno, menjelaskan bahwa sebanyak 27 kaki palsu diserahkan kepada warga penyandang disabilitas yang tersebar di beberapa kecamatan di Kudus. Bantuan tersebut, lanjutnya, didukung penuh oleh Bank Jateng Cabang Kudus, serta melibatkan komunitas difabel dalam proses pendampingan.

“Sebanyak 27 penerima bantuan kaki palsu ini merupakan hasil kerja sama dengan Bank Jateng Kudus. Kami juga melibatkan komunitas difabel agar para penerima mendapatkan pendampingan berkelanjutan, termasuk dalam pelatihan kewirausahaan dan kegiatan UMKM,” jelas Putut.

Salah satu penerima bantuan, Sugiono (55), warga Desa Honggosoco, mengaku sangat bersyukur atas bantuan tersebut. Setelah setahun kehilangan kaki akibat penyakit diabetes, kini ia bisa kembali beraktivitas secara mandiri.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini. Dengan adanya kaki palsu, saya bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Bantuan ini benar-benar membantu saya untuk mandiri,” ungkapnya dengan haru.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Kudus menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pemerintahan yang inklusif dan berkeadilan sosial, di mana seluruh lapisan masyarakat—termasuk penyandang disabilitas—memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkarya, dan berdaya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :