Tingkatkan Partisipasi Warga, Pemkab Kudus Gelar Pelayanan KB

oleh
Foto: Para panitia saat foto bersama usai kegiatan. (istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Kudus, bekerja sama dengan Muslimat NU dan Klinik Masyithoh Kudus, mengadakan kegiatan pelayanan KB gratis, Rabu (7-3-2018).
Acara yang bertempat di Klinik Masyithoh Jl. Kyai Telingsing nomor 51 Desa Sunggingan Kecamatan Kota itu diikuti sekitar 210 orang.

Kabid Pengendalian dan KB Dinas Sosial P3AP2KB Dewi Masyitoh mengatakan, tujuan pelayanan KB tersebut untuk meningkatkan jumlah peserta KB atas kesadaran maupun tanggung jawab.

TRENDING :  Masuk SMP? Kenali Aturan Baru PPDB Online Sistem Zonasi

Selain menciptakan Keluarga kecil sejahtera melalui pengendalian pertumbuhan penduduk, KB juga mempengaruhi pencapaian sasaran penurunan tingkat kelahiran, serta membina peserta KB aktif dalam rangka kelembagaan pembudayaan norma keluarga kecil bahagia sejahtera (NKKBS).

Untuk mencapai tujuan tersebut, lanjut Dewi, diambil kebijakan yang di arahkan untuk lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan, maupun pemakaian alat kontrasepsi yang mandiri.

TRENDING :  Pelajar SMA di Jateng Serentak Laksanakan USBN

Dimana, dalam memberikan pelayanan KB kepada Masyarakat dianut pola pelayanan kontrasepsi rasional. “Hal itu dengan memperhatikan golongan usia di bawah 20 tahun, usia 20 -30 tahun, usia di atas 30 tahun dan PUS yang sudah tidak ingin anak lagi,” jelasnya.

Selain pelayanan kontrasepsi ditujukan dan di arahkan pula kepada pemakaian metode yang efektif, kami mengusahakan pemerataan tempat dan tenaga pelayanan kontrasepsi, baik dari unsur pemerintah maupun swasta. “kita lebih mendekatkan pelayanan kepada sasaran dengan memperhatikan situasi dan kondisi masyarakat,” ujarnya.

TRENDING :  Kwarcab Kudus Sukses Gelar Estafet Tunas Kelapa (ETK), Pramuka Perekat NKRI

Dikatakan Dewi, kegiatan pelayanan KB yang kita lakukan dengan cara Konseling dan mengayomi masyarakat, melalui pengembangan dan pemantapan jaringan pelayanan serta rujukan.

Adapun dalam pelaksanaan pelayanan KB tersebut, imbuh Dewi, telah dilaksanakan pelayanan KB sebanyak 191 Akseptor, dengan rincian Akseptor KB Implan 144 Orang, dan Akseptor KB IUD 47 Orang. (AJ/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :