1 Tahun DPO Kasus Bansos Akhirnya Tertangkap

oleh -1,647 kali dibaca

Blora, isknews.com (Kintas Blora) – DPO kasus penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) unit pengolahan pupuk organik (UPPO) untuk kelompok tani “Langgeng” Dukuh Tambaklulang Desa.Banjarejo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora tahun 2013 lalu akhirnya ditangkap Satuan Reserse Polres Blora.

SK Alias Gandi (37), telah menjadi DPO selama 1 tahun lebih terhitung sejak tanggal (25/01/16) lalu. Tersangka SK berhasil dibekuk petugas ditempat persembunyiannya yang berada di Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat pada Kamis, (18/05/17).

Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Heri Dwi menuturkan, penangkapan atas tersangka SK dikarenakan telah menyelewengkan dana bansos unit pengolahan pupuk organik, sehingga negara mengalami kerugian mencapai Rp.123.652.000,- (seratus dua puluh tiga juta enam ratus lima puluh dua ribu rupiah).

“Nominal angka Rp.123.652.000,- tersebut berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh tim ahli dalam hal ini auditor BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Tengah.” Ungkapnya.

AKP Heri mengatakan, cara yang dilakukan tersangka SK dalam melakukan tindak pidana korupsi tersebut adalah, setelah dana Bansos UPPO sebesar Rp. 186.000.000,- (seratus delapan puluh enam juta rupiah) tersebut masuk ke rekening kelompok tani langgeng selanjutnya diambil dalam 3 (tiga) kali pencairan yaitu pada tanggal 19 Desember 2013 dengan nilai sebesar Rp. 56.000.000,- (lima puluh enam juta rupiah). Pada tanggal 15 Januari 2014 dengan nilai sebesar Rp. 93.000.000,- (sembilan puluh tiga juta rupiah). Pada tanggal 26 Februari 2014 dengan nilai sebesar Rp. 37.000.000,- (tiga puluh tujuh juta rupiah).

Selanjutnya dana yang telah dicairkan oleh tersangka dan bendahara Juwanto tersebut digunakan oleh tersangka untuk membangun kandang sapi. kemudian dibelikan 6 (enam) ekor sapi betina, akan tetapi setelah dipelihara kurang lebih 3 bulan sebanyak 3 (tiga) ekor sapi telah dijual oleh tersangka, dan 3 (tiga) ekor lagi diambil pemiliknya dengan alasan belum dibayar tersangka. Sedangkan dana yang seharusnya untuk pembelian kendaraan roda tiga serta mesin pencacah tersebut juga tidak dibelanjakannya, dikutip dari laman Polres Blora.

AKP Heri juga menegaskan,”Tersangka SK dijerat dengan pasal 2 dan 3 UU RI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001,’’ungkapnya. (**)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.