115 Desa Penyelenggara Pilkades di Kudus, Sukses Gelar Penyampaian Visi dan Misi Calon Kades

oleh

Kudus, isknews.com – 115 Desa penyelenggara Pilkades serentak di wilayah Kabupaten Kudus hari ini melaksanakan tahapan pembacaan visi misi bagi calon kepala desa (cakades) di Desa masing-masing. Pelaksanaan Pembacaan visi misi sebagian besar digelar di balai Desa , namun juga ada beberapa Desa yang melaksanakan Visi misi di aula atau tempat pertemuan bukan milik Desa, Selasa (12/11/2019).

Dari pantauan media ini, secara umum pelaksanaan pembacaan visi misi berlangsung aman dan lancar termasuk sejumlah Desa yang masuk dalam peta rawan keamanan oleh Polres Kudus, hari ini juga berlangsung aman dan tertib.

Pelaksanaan pembacaan visi dan misi calon kades Prambatan Kidul (Foto: YM)

Sejumlah Desa dalam pelaksanaan pembacaan visi dan misi ini juga melibatkan pengerahan masa baik berjalan kaki, motor bahkan mobil sehingga terkesan seperti pelaksanaan kampanye sebuah partai politik jelang pemilu.

Ditemui awak media di Aula Balai Desa Temulus, Kapolres Kudus, AKBP Saptono menambahkan kondusifitas dan kemanan di masyarakat menjadi aspek terpenting yang harus dijaga dalam pelaksanaan Pilkades 2019.

TRENDING :  Tugu Identitas Kudus Kini Sepi Pengunjung

Dalam kesempatan tersebut, dirinya menghimbau kepada para ASN, TNI dan Polri untuk bisa menjaga netralitasnya dalam Pilkades.

“Ayo jalankan setiap tahapan Pilkades ini secara aman dan damai,” ajak Saptono dalam roadshow kunjungannya ke lokasi pembacaan visi misi di sejumlah Desa.

Kapolres Kudus AKBP SAptono (Foto: YM)

Hanya saja, pembukaan kampanye cakades tersebut kurang melibatkan masyarakat.

Terbatasnya tempat dan alasan keamanan, menjadi dalih bagi Panitia Pemilih untuk membatasi ledakan masyarakat yang hadir dalam pembacaan visi misi cakades.

Dalam acara tersebut, Panlih cenderung mengundang para wakil masyarakat. Seperti perwakilan pendukung cakades, ketua RW, ketua PKK, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Hal semacam ini, kemudian berdampak pada kurang efektifnya proses kampanye visi dan misi cakades. Mengingat, visi dan misi cakades merupakan salah satu produk yang ditawarkan oleh para cakades ke masyarakat

Ketua Panlih Desa Temulus, Sofi’i membenarkan jika pihaknya melakukan batasan jumlah hadirin dalam acara pembacaan visi dan misi cakades.

TRENDING :  Ternyata Masih Ada Ponpes di Kudus Yang Belum Berijin
Penyampaian visi misi cakades Temulus Mejobo Kudus (foto: YM)

Menurutnya, kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga kondusifitas masyarakat di desanya. Terlebih Desa Temulus menjadi salah satu daerah dengan kategori rawan gesekan dalam Pilkades tahun 2019.

Namun suasana berbeda diperlihatkan oleh Panlih Desa Prambatan Kidul Kaliwungu Kudus, penyelenggaraan pembacaan visi dan misi calon kades di Desa tersebut dihadiri oleh banyak pihak , mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama hingga tim suksespun di hadirkan dengan sejumlah Prambatan Kidul Kudus

“Ini sengaja kami laksanakan pada sore hari dengan maksud agar bisa bisa diketahui publik secara menyeluruh dan kami menyebar hingga 253 undangan untuk lembaga, kelompok dan komunitas yang ada sehingga semua perwakilan warga masyarakat dapat ikut serta menyaksikan acara penyampaian visi misi ini,” ujar Rofi’i ketua Panlih Pilkades Prambatan Kidul dihadapan sejumlah awak media.

Digelar di lapangan Tenis dekat MTsN Kudus, sejumlah mekanisme tata tertib dan penggunaan teknologi informasi yang memadai juga digunakan dalam penyelenggaraan pembacaan visi misi ini.

TRENDING :  Hartopo Apresiasi Kegiatan Budaya di Kudus Yang Mampu Dongkrak Potensi Ekonomi Desa

“Termasuk mekanisme pembatasan waktu pembacaan naskah visi misi dengan sistim hitung mundur bagi penyampai visi misi, saat sesi tanya jawab dan saat menjawab pertanyaan audiens, semua dibatasi dengan waktu,” terangnya.

Displai waktu hitung mundur ditayangkan dari layar besar mirip acara debat capres di TV.

“Termasuk juga aturan bagi para penanya, dimana tim sukses dari pihak manapun tak boleh ikut memberikan pertanyaan,” jelas Rofi’i.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Adi Sadhono menegaskan regulasi Pilkades tidak mengatur pembatasan jumlah hadirin dalam acara pembacaan visi dan misi cakades. Akan tetapi, jika relisasinya ditemukan hal semacam itu. Pihaknya menegaskan, bahwa hal tersebut sepenuhnya kewenangan Panlih di masing-masing desa.

“Pastinya mereka sudah memiliki pertimbangan akan hal tersebut,” ucapnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :